Bus Trans Jatim Dilempari Batu di Gresik, Dishub Kantongi Identitas Pelaku

Bus Trans Jatim Dilempari Batu di Gresik, Dishub Kantongi Identitas Pelaku

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aksi pelemparan batu kembali menimpa Bus Trans Jatim. Kali ini, armada Trans Jatim Koridor IV rute Gresik–Lamongan menjadi sasaran pengendara motor tak dikenal di Jalan Raya Deandles, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik.

Insiden tersebut menyebabkan kaca bagian kanan bus retak akibat lemparan batu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat mengganggu kenyamanan penumpang. 

BACA JUGA:Sopir Hilang Konsentrasi, Bus Trans Jatim Tabrak Truk di Tol Satelit


Mini Kidi--

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, aksi pelemparan terjadi sebanyak dua kali dan dilakukan oleh pelaku yang sama.

"Memang sudah ada laporan. Terjadi dua kali pelemparan, dan dari monitor CCTV terlihat pelakunya orang yang sama," kata Nyono, saat ditemui usai acara Jatim Reatret 2026 di BPSDM Jatim, Kamis 15 Januari 2026.

BACA JUGA:Telan Anggaran Rp15 Miliar per Tahun, Kesiapan Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya Capai 85 Persen

Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang terpasang di dalam armada, pelaku sudah terekam jelas sebelum melakukan aksinya. Dari arah barat, pengendara motor tersebut terlihat memegang batu dan melemparkannya saat bus melintas.

Dishub Jatim memastikan identitas pelaku telah dikantongi. Nomor seri kendaraan pelaku juga sudah teridentifikasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Untuk identitas sudah ada dan nomor kendaraan juga sudah kami laporkan ke kepolisian," ungkapnya. 

BACA JUGA:Dishub Usulkan Perpanjangan Rute Bus Trans Jatim hingga Pasuruan

Terkait kemungkinan keterkaitan dengan aksi serupa yang terjadi pada November lalu, Nyono memastikan pelakunya berbeda. Meski sama-sama menggunakan sepeda motor berwarna hijau, nomor kendaraan yang terekam CCTV tidak sama.

"Motornya memang sama-sama hijau, tapi nomor serinya berbeda. Jadi pelakunya bukan orang yang sama," pungkasnya. (ain)

Sumber:

Berita Terkait