Alasan Takut Dipecat Majikan, Ibu di Surabaya Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan

Alasan Takut Dipecat Majikan, Ibu di Surabaya Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan

Tersangka K diamankan di Mapolrestabes Surabaya--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial K, warga Bojonegoro tega membunuh jabang bayinya yang baru dilahirkan pada Sabtu 6 Desember 2025, di rumah majikannya Jalan Pesapen Selatan, Krembangan, SURABAYA.

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan mengatakan, kasus ini terungkap ketika majikannya curiga dengan bau busuk yang berasal dari styrofoam ketika dibawa tersangka.

BACA JUGA:Tragis! Jenazah Bayi Perempuan Ditemukan Tersangkut di Pintu Intake Dam Rowotamtu Jember


Mini Kidi--

"Pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2025 pukul 09.24 WIB, pemilik rumah curiga dengan bawaan K. Kemudian memerintahkan untuk membuka kardus styrofoam tersebut dan didapati ada mayat bayi laki laki," katanya, Rabu 31 Desember 2025.

Atas temuan tersebut, pemilik rumah menghubungi Call Center 110. Beberapa saat kemudian, datanglah anggota Polsek Bubutan. Mereka kemudian meneruskan laporan itu ke Tim Inafis Polrestabes Surabaya guna dilakukan olah TKP.

BACA JUGA:Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas Diduga Dimutilasi Ibu Kandung di Jember

"Setelah dilakukan olah TKP, bahwa benar mayat bayi laki-laki meninggal dunia diduga karena henti napas paksa pada mulut bayi," lanjutnya.

Bayi tersebut langsung dievakuasi ke RS Samsoeri Mertoyoso Polda Jatim Surabaya. Sementara K langsung diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan, tersangka sengaja membunuh bayi tersebut karena takut ketahuan oleh majikannya kalau dia hamil dan melahirkan bayi di kamar mandi," ungkapnya.

BACA JUGA:Geger Temuan Jasad Bayi di Sumberpucung, Terbongkar Akibat Diseret Anjing

Pengakuan tersangka, saat itu dia merasa hendak buang air kecil. Dia kemudian berangkat ke kamar mandi. Ketika buang air kecil di lantai, tiba-tiba dia merasa mulas dan spontan mengejan. Tak disangka janin tersebut keluar beserta plasenta di lantai kamar mandi.

"Karena panik, kemudian tersangka melepas bajunya dan kemudian menutupkan baju tersebut ke mulut bayi. Setelah itu, tersangka keluar dari kamar mandi dan mengambil celana dalam yang bersih serta tas kresek," tambahnya.

Tersangka lalu kembali lagi ke kamar mandi. Saat itu, bayi tersebut masih hidup. Dia kemudian menyumpal mulut sang bayi dengan baju, kemudian melilitkan tali pusarnya ke leher bayi tersebut. Selang beberapa saat, bayi tersebut tidak bergerak.

Sumber:

Berita Terkait