iklan bhayangkara2

4 Ribu Kursi Siswa SDN di Gresik Tak Terisi Selama SPMB, Hanya 53 Sekolah Capai Kuota

4 Ribu Kursi Siswa SDN di Gresik Tak Terisi Selama SPMB, Hanya 53 Sekolah Capai Kuota

Jajaran Dispendik Gresik melakukan monitoring dan evaluasi ke Sekolah Dasar Negeri (SDN). --

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ratusan sekolah dasar (SD) negeri di Gresik gagal memenuhi kuota pagu dalam Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Dari total 389 SD Negeri yang membuka pendaftaran, hanya 53 yang berhasil memenuhi kuota pagu. 

Diketahui, total pagu yang disediakan pada SPMB tahun ini mencapai 14.599 kursi. Namun, jumlah siswa yang mendaftar dan diterima tercatat hanya 10.051 anak. Menyisakan 4.548 kursi yang belum terisi.

BACA JUGA:SPMB Rampung, Dispendik Surabaya Gandeng Swasta Cegah Anak Putus Sekolah

Selain itu, terdapat 80 SD Negeri yang tercatat hanya menerima kurang dari 10 siswa baru. Di antaranya, bahkan terdapat sejumlah sekolah yang hanya memperoleh peserta didik sekitar 2 hingga 5 siswa.

Kondisi itu terjadi pada sejumlah SD Negeri di delapan kecamatan, yakni Ujungpangkah, Bungah, Duduksampeyan, Kedamean, Sidayu, Panceng, serta di Kecamatan Tambak dan Sangkapura yang berada di pulau Bawean. 

BACA JUGA:DPRD Kota Madiun Usul Tambah SMA Negeri Baru, Soroti Minimnya Kuota SPMB 2026

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dispendik Gresik, Sunikan menyebut, rendahnya jumlah peserta didik di beberapa sekolah itu dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari alasan geografis dan jumlah lulusan TK.

"Selain aspek geografis, rata-rata disebabkan karena jumlah lulusan TK yang memang sedikit di wilayah tersebut,” katanya, Rabu 22 Juli 2026.


Gempur Rokok Illegal--

Menurutnya, persaingan dengan sekolah swasta juga menjadi salah satu alasannya. Sebab, sebagian orang tua memilih menempatkan anak ke lembaga pendidikan swasta yang dianggap lebih unggul. 

"Ada yang lebih memilih sekolah swasta karena dianggap memiliki kualitas tertentu," sebutnya.

Pihaknya pun mengakui bahwa kondisi itu telah menjadi tantangan bagi seluruh kepala sekolah SD Negeri untuk terus meningkatkan kualitas. Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru, serta budaya belajar yang baik sangat berperan penting. 

BACA JUGA:29.869 Calon Murid Lolos Tahap III SPMB Jatim, Jalur Prestasi Akademik SMK Jadi Kesempatan Terakhir

"Kepala sekolah menjadi top leader yang harus mampu mengelola sekolah dengan baik. Guru juga harus terus meningkatkan kompetensi melalui bimbingan teknis yang dapat didukung dana BOS. Semua itu akan berdampak pada kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Sumber: