Kualitas Belum Capai Target, DPRD Gresik Minta Publik Bisa Akses Alat Pemantau Udara Secara Aktual
Lalu lalang kendaraan di kawasan industri wilayah Kecamatan Manyar, Gresik. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Komisi III DPRD Gresik mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membuka akses publik terhadap alat pemantau udara. Hal itu dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi kualitas udara di tengah padatnya aktivitas industri di Gresik.

Mini Kidi Wipes.--
Usulan itu disampaikan oleh Abdullah Hamdi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik. Menurut politisi PKB tersebut, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 sudah menunjukkan 9 capaian positif dari 10 indikator target lingkungan hidup.
“Indeks kualitas udara kita belum memenuhi target. Targetnya itu seharusnya 77, tapi realisasinya baru mencapai 73. Ini menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki DLH,” ujar Hamdi, Minggu 12 April 2026.
BACA JUGA:Setahun Terkatung-katung, Orang Tua Siswa SMP Korban Peluru Nyasar Ngadu ke DPRD Gresik

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Oleh karenanya, pihaknya mendorong keterbukaan informasi alat pemantau udara yang ada untuk meningkatkan keterlibatan publik. Masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi kualitas udara secara aktual.
“Jadi masyarakat bisa tahu kondisi udara kita secara real time,” tuturnya.
Pihaknya menduga, kualitas udara yang masih di bawah target itu disebabkan oleh minimnya ruang terbuka hijau (RTH) yang saat ini dimiliki Gresik. Selain itu, pengawasan terhadap emisi industri juga dinilai perlu diperkuat.
BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim Meninggal Dunia Dikenang Sosok Inovatif
Meski demikian, indikator lingkungan lainnya menunjukkan capaian positif. Bahkan, indeks kualitas air disebut melampaui target dari 61 menjadi 67, dan indeks kualitas lahan turut meningkat dari target 47 mencapai 49.
Komisi III juga memberi catatan terhadap persoalan sampah. Meski capaiannya telah melampaui ekspektasi pemerintah daerah, menurutnya masih banyak tumpukan sampah liar dan warga yang tidak tertib.
Pihaknya pun mendorong adanya peremajaan armada pengangkut sampah milik DLH. Menurut Hamdi, hal itu untuk memastikan truk pengangkut sampah mampu menjangkau seluruh wilayah dan tidak menambah masalah seperti sampah tercecer di jalan raya. (rez)
Sumber:







