Tak Kebagian Tiket Arus Balik, Puluhan Calon Penumpang Kapal di Bawean Tunda Keberangkatan
Calon penumpang kapal KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean gagal berangkat lantaran kehabisan tiket.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Puluhan calon penumpang kapal KMP Gili Iyang di Pelabuhan Bawean terpaksa harus menunda perjalanan kembali ke perantauan di momen arus balik Idulfitri 2026. Mereka batal berlayar lantaran kehabisan tiket kapal menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan.
Diperkirakan, terdapat sekitar 42 calon penumpang yang harus menunggu jadwal kapal selanjutnya. Tak sedikit pula calon penumpang yang akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke rumah.
BACA JUGA:Arus Balik, 1.628 Warga Bawean Mulai Menyeberang ke Gresik

Mini Kidi Wipes.--
Salah satu penumpang, Mawi, pemuda asal Kecamatan Tambak mengaku telah memesan tiket KMP Gili Iyang melalui kenalannya di pelabuhan jauh sebelum lebaran. Namun, saat hendak berangkat dari Pelabuhan Bawean, dirinya rupanya tetap tak kebagian tiket.
"Setelah sampai di pelabuhan saya tidak dapat tiket, terpaksa harus menginap di dekat pelabuhan berharap nanti ada tiket tambahan," ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
BACA JUGA:60 Penumpang Bawean Terlantar, Polres Gresik dan Pelindo Beri Solusi Keberangkatan
Kekecewaan juga dirasakan Jamal, yang sebenarnya telah mengantongi satu tiket kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya tersebut. Sebab, adiknya yang berangkat bersamanya untuk kembali ke sekolah tidak mendapatkan tiket.
Dirinya mengaku, dari informasi yang ia terima, area terminal penumpang disebut menyediakan kouta tiket tambahan. Namun, tambahan kuota tersebut ternyata tidak tersedia saat dirinya berada di pelabuhan.
"Sebenarnya saya dapat satu tiket, tapi adik saya tidak dapat. Karena keperluan untuk adik belajar, saya pun menunda keberangkatan. Ya mau tidak mau tiket hangus, tidak saya gunakan," tuturnya.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Terima CSR 3 Mobil Operasional, Diserahkan ke Pesantren dan GP Ansor Bawean
Memang, selama arus balik, Pelabuhan Bawean diketahui menyediakan dua kapal cepat dan satu kapal Ferry. Namun, hal itu rupanya belum mampu mengakomodir lonjakan jumlah calon penumpang.
“Meskipun ada program mudik gratis dengan kapal cepat dari pemerintah daerah, ternyata belum menjawab persoalan kuota tiket yang sering kehabisan di momen mudik dan arus balik,” kata Faiz, calon penumpang lain yang harus menunda keberangkatan ke Gresik.
Sementara itu, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, M Reza Fahlevi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan dispensasi tambahan untuk mengurai penimbunan di Pelabuhan. Terutama pelabuhan yang dilayani KMP Gili Iyang.
Sumber:







