Penyeberangan Kapal ke Bawean Tertunda Akibat Cuaca Ekstrem, Puluhan Penumpang Tertahan di Gresik
Kapal penumpang rute Gresik-Bawean masih bersandar di Pelabuhan Gresik menyusul penundaan jadwal akibat cuaca ekstrem.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aktivitas pelayaran menuju perairan Bawean kembali terganggu cuaca ekstrem. Puluhan penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Bawean pun tertahan di Pelabuhan GRESIK akibat penundaan jadwal kapal, sejak Jumat hingga Selasa 13 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan, kapal-kapal penumpang baik Kapal Cepat dan Ferry masih tampak bersandar di Pelabuhan Gresik. Gelombang tinggi di laut membuat layanan kapal tidak dapat beroperasi untuk sementara.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sangkapura Bawean, Enam Rumah Warga Terdampak

Mini Kidi--
Salah satu warga Bawean, Zainiyah mengaku telah menunggu keberangkatan kapal sejak Sabtu 10 Januari 2026. Perempuan asal Kecamatan Tambak itu pun terpaksa harus menanti di rumah singgah.
“Kemarin habis antar saudara operasi di RSUD Ibnu Sina, mau kembali ke Bawean tapi tidak ada kapal (yang beroperasi). Mau tidak mau keluar uang lebih untuk bisa bertahan di Gresik," ujarnya.
BACA JUGA:Polres Gresik Selamatkan Wisatawan Tersesat di Hutan Pulau Bawean
Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid menjelaskan, hingga kini gelombang laut di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, masih tergolong tinggi. Hal itu dinilai masih berbahaya bagi aktivitas pelayaran.
Pada Senin 12 Januari 2026 kemarin, kata Usman, tinggi gelombang laut Bawean masih mencapai 2,5 meter. Kondisi itu diprediksi akan berlanjut hingga Rabu 16 Januari mendatang.
"Potensi penurunan gelombang kemungkinan terjadi pada Sabtu 17 Januari, namun kepastian kondisi laut tetap bergantung pada dinamika atmosfer harian yang akan terus kami perbarui," jelasnya.
BACA JUGA:Dilanda Hujan Lebat, Longsor Timpa Rumah Warga di Pulau Bawean
Usman menyebut, tingginya gelombang di perairan Bawean itu dipicu menguatnya Monsun Asia, yang menyebabkan angin bertiup kencang. Selain itu, keberadaan awan Cumulonimbus (CB) di laut turut meningkatkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.
"Perairan Bawean berbeda dengan Gresik. Gresik relatif terlindung dan jauh dari laut lepas, sementara Bawean langsung berhadapan dengan laut bebas. Walaupun dari darat tampak tenang, di tengah laut gelombangnya bisa sangat tinggi," bebernya.
BMKG Bawean mengimbau seluruh pihak untuk memprioritaskan keselamatan dan mematuhi arahan otoritas pelabuhan. Termasuk para nelayan yang diminta untuk sementara tidak memaksakan diri melaut.
Sumber:
