6 Tanda Bahagiamu Bergantung pada Orang Lain
Seorang wanita muda dengan rasa percaya diri rendah di depan cermin.(Sumber: Magnific)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Seseorang bisa dikatakan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain ketika suasana hatinya sangat ditentukan oleh perhatian, respons, atau keberadaan seseorang. Kondisi ini penting dikenali karena dapat membuat seseorang mudah cemas, takut ditinggalkan, sulit mandiri, dan kehilangan kendali atas perasaannya sendiri.
Dalam hubungan yang sehat, membutuhkan dukungan orang lain adalah hal wajar. Namun, jika rasa bahagia hanya muncul saat mendapat validasi dari orang tertentu, hal itu bisa menjadi tanda ketergantungan emosional. Berikut beberapa tandanya.
BACA JUGA:Jangan Tunggu Sakit! Ini Tips Cegah Stroke dan Serangan Jantung

Mini Kidi Wipes.--
1. Selalu Butuh Kepastian
Orang yang menggantungkan kebahagiaan pada orang lain biasanya sering membutuhkan kepastian. Ia ingin terus diyakinkan bahwa dirinya masih disayang, masih penting, atau tidak akan ditinggalkan.
Jika pesan tidak cepat dibalas atau perhatian berkurang, ia mudah gelisah. Rasa tenangnya bergantung pada jawaban orang lain, bukan pada keyakinan dirinya sendiri.
BACA JUGA:Tips Memasak Nasi Agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Pulen
2. Sulit Bahagia Saat Sendiri
Tanda berikutnya adalah sulit menikmati waktu sendiri. Saat tidak ditemani, ia merasa kosong, sepi, atau tidak berharga.
Padahal, kesendirian tidak selalu berarti ditinggalkan. Dalam kondisi yang sehat, seseorang tetap bisa merasa utuh meski sedang tidak bersama siapa pun.
3. Takut Ditinggalkan Berlebihan
Rasa takut kehilangan memang manusiawi. Namun, jika terlalu besar, seseorang bisa rela mengorbankan dirinya sendiri.
Ia mungkin terus mengalah, memendam kecewa, atau menerima perlakuan yang tidak sehat. Semua dilakukan agar orang tersebut tetap bertahan di hidupnya. Lama-kelamaan, hubungan terasa melelahkan karena satu pihak terus merasa takut kehilangan.
Sumber:









