Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Tergerus Arus Digital, Warisan Budaya Ini Mulai Asing bagi Generasi Alpha

Tergerus Arus Digital, Warisan Budaya Ini Mulai Asing bagi Generasi Alpha

Anak-anak yang sedang bergembira dan bermain bola.(Sumber: Jenni Agustina/Pexels)--

BACA JUGA:Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Berkembang

Lompat Tali Karet

Permainan tradisional berikutnya yang tak kalah seru adalah lompat tali karet. Permainan ini biasanya menggunakan rangkaian karet gelang yang disambung hingga membentuk tali panjang. Dulu, anak-anak sering memainkan permainan ini secara berkelompok di halaman rumah atau lapangan kecil saat sore hari. Cara bermainnya pun cukup sederhana. Dua orang bertugas memegang kedua ujung tali karet, sementara pemain lainnya harus melompati tali tersebut tanpa menyentuhnya.

Menariknya, tinggi tali akan terus bertambah secara bertahap, mulai dari setinggi mata kaki hingga bahkan melebihi kepala pemain. Di sinilah tantangan dan keseruannya terasa. Pemain dituntut untuk memiliki kelincahan, keseimbangan, dan ketepatan saat melompat agar tidak menyentuh tali karet. Meski sederhana dan hanya bermodalkan rangkaian karet gelang, permainan ini dulu mampu membuat anak-anak betah bermain berjam-jam bersama teman-temannya. Selain menyenangkan, lompat tali karet juga menjadi salah satu permainan yang membuat anak-anak lebih aktif bergerak dan terbiasa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Pengobatan Tradisional Bekam, Terlihat Mengerikan Namun Bermanfaat

Bekel

Selain permainan yang mengandalkan gerak tubuh, dulu anak-anak juga memiliki permainan tradisional yang melatih konsentrasi dan ketangkasan tangan, salah satunya adalah bekel. Permainan ini biasanya dimainkan menggunakan sebuah bola kecil dan beberapa biji bekel berbahan logam atau plastik dengan bentuk khas. Cara bermainnya cukup unik. Pemain harus melempar bola ke atas, lalu dengan cepat mengambil biji bekel sesuai tahap permainan sebelum bola kembali memantul dan ditangkap lagi menggunakan tangan yang sama.

Sekilas permainan ini memang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan fokus, kecepatan, dan koordinasi tangan yang baik. Semakin tinggi tahap permainan, tantangannya pun akan semakin sulit karena pemain harus mengambil jumlah biji bekel tertentu dalam waktu yang singkat. Dulu, permainan bekel cukup populer dimainkan anak-anak, terutama oleh anak perempuan, saat waktu istirahat sekolah atau sore hari bersama teman-teman di teras rumah. Selain menghadirkan keseruan, permainan ini juga melatih ketelitian dan kesabaran pemainnya tanpa perlu bantuan gadget maupun internet.

BACA JUGA:Mengenal Pasar Lidah Ndonowati Pelopor Pasar Tradisional Tematik Di Kecamatan Lakarsantri

Congklak

Permainan tradisional kelima sekaligus yang terakhir untuk kali ini adalah congklak. Permainan ini biasanya dimainkan menggunakan papan kayu berbentuk memanjang yang memiliki beberapa lubang kecil dan dua lubang besar di kedua ujungnya. Selain papan congklak, permainan ini juga menggunakan biji-bijian kecil, kerang, atau batu kecil sebagai alat bermain. Congklak dimainkan oleh dua orang dengan cara mengambil seluruh biji dari salah satu lubang kecil, lalu membagikannya satu per satu ke lubang berikutnya secara berurutan. Pemain yang berhasil mengumpulkan biji paling banyak di lubang besar miliknya akan menjadi pemenang.

Meski terlihat sederhana dan santai, congklak ternyata membutuhkan strategi, ketelitian, serta kemampuan berhitung yang cukup baik. Dulu, permainan ini sering dimainkan anak-anak bersama teman atau keluarga saat waktu senggang. Selain menghadirkan keseruan, congklak juga melatih kesabaran dan kemampuan berpikir pemainnya. Permainan tradisional seperti inilah yang perlahan mulai jarang ditemui di tengah maraknya hiburan digital dan media sosial saat ini.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Permainan-permainan tradisional tersebut mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan berbagai permainan modern yang kini hadir dengan teknologi canggih dan visual menarik. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menghadirkan kedekatan, kebersamaan, dan pengalaman bermain yang sulit tergantikan. 

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali mengenal permainan tradisional sebagai bagian dari budaya sekaligus kenangan yang pernah hidup di tengah lingkungan sosial masyarakat Indonesia. Setidaknya, melalui langkah kecil seperti mengenalkan kembali permainan-permainan ini, warisan budaya tersebut tetap bisa dikenang dan diteruskan ke generasi berikutnya.

Sumber: