Darurat Miras
Dampak kecanduan alkohol terhadap tubuh.--
Ada rubrik “Surabaya Darurat Miras” di Harian Memorandum, yang diharapkan membantu meningkatkan kewaspadaan orang pada risiko kecanduan minuman keras. Ini upaya yang penting.
Karena selain membuat mabuk, alkohol kandungan minuman keras secara perlahan tapi pasti merusak liver sebagai salah satu organ vital tubuh. Kerusakan itu terjadi karena satu penyebab utama, yaitu makin meningkatnya kebutuhan peminum untuk bisa menikmati khasiat yang didapat melalui miras.
Kecanduan alkohol memang terjadi karena efeknya langsung pada otak, yaitu melalui kerja zat kimia penghantar pesan otak, yang menimbulkan keadaan rileks. Alkohol juga memengaruhi fungsi otak yang menimbulkan keadaan senang dan bahagia.
Peminum menjadi lebih kalem, rasa percaya diri meningkat, dan dapat mengatasi perasaan kesepian. Keadaan ini seolah sama dengan upaya pengobatan diri sendiri, yaitu menggunakan suatu bahan obat untuk mengatasi gangguan emosional yang tidak menyenangkan.
Sayangnya, efek yang menyenangkan itu hanya bersifat sementara saja. Ketika sistem saraf pusat mulai beradaptasi dengan aktivitas alkohol, diperlukan takaran minuman yang lebih tinggi untuk mendapatkan manfaat seperti yang diharapkan.
BACA JUGA:Ganja dan Harga Sebuah Kenikmatan

Mini kidi--
Meningkatnya kebutuhan alkohol itu berdampak pada terjadinya ketergantungan, gangguan tidur, memburuknya suasana hati, rasa gelisah dan depresi. Peningkatan inilah yang menjadi awal terjadinya mabuk, yaitu yang menyebabkan kerusakan bertahap pada fungsi otak, berupa gagalnya kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, dan koordinasi aktivitas.
Selanjutnya terjadi rasa bingung, muntah, kesulitan berjalan, yang akan diikuti gangguan kesadaran, depresi pernapasan, tidak sadarkan diri, dan berujung kematian. Jadi dapat dikatakan, mabuk sebenarnya adalah keadaan keracunan alkohol akut, dimana kadarnya yang tinggi mengganggu fungsi normal sistem saraf pusat.
Kerusakan saraf sebagai pusat komando tubuh pasti menjalar ke organ tubuh penting lain, terutama liver. Liver memang merupakan organ utama yang berperan pada metabolisme alkohol.
Pada proses metabolisme itulah dihasilkan zat reaktif yang merusak sel hati. Ketika paparan alkohol berlangsung berulang, kerusakan yang dimulai dari perlemakan hati akan berlanjut menjadi peradangan, kanker hati, dan kematian sel hati.
Ternyata, kebiasaan menenggak minuman beralkohol juga berpotensi menimbulkan risiko terkena aneka kanker, termasuk kanker rongga mulut, tenggorokan, kerongkongan, payudara, usus.
Legen dan Arak
Beberapa faktor penyebab kerugian akibat minuman beralkohol, antara lain jenis minuman, kadar alkohol, kondisi kesehatan umum, usia, jenis kelamin.
Sumber:







