Bank Jatim Bangun Pertumbuhan Penguatan Bisnis

Selasa 23-01-2024,21:30 WIB
Reporter : Rahmad Hidayat
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Bank Jatim secara konsisten terus berupaya memberikan return yang maksimal sebagai bentuk apresiasi kepada para shareholders dan investor yang telah memberikan kepercayaannya. Sehingga emiten dengan kode BJTM tersebut mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi regional dan masyarakat pada umumnya.

BACA JUGA:Bank Jatim Salurkan Bantuan CSR ke Pemkot Mojokerto dan Pemkab Sumenep

Selama tahun 2023, penyaluran kredit bankjatim sukses berada di angka Rp 54,7 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 18,54 persen (YoY). Oleh karenanya, aset bankjatim pun terus tumbuh sepanjang 2023 menjadi Rp 103,85 triliun. 

Pertumbuhan kredit tertinggi bankjatim terjadi pada sektor produktif (komersial & SME) sebesar 34,28 persen (YoY) dan sektor konsumer sebesar 8,91 persen (YoY). Melalui strategi segmentasi, modernisasi bisnis model, penentuan target dan monitoring yang terukur, serta pola shifting terhadap tenaga Account Officer telah menuai hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan kredit utamanya kredit produktif. 

BACA JUGA:Bank Jatim Boyong Dua Penghargaan TOP Digital Awards 2023

Sedangkan untuk kredit konsumtif yang menjadi captive market bank juga masih memiliki potensi melalui momen seperti Penerimaan ASN baru, kenaikan gaji berkala ASN, momen penerimaan sekolah, liburan, dan lain-lain.

Peningkatan kredit yang telah dicapai bankjatim itu membuat rasio pembiayaan terhadap pengelolaan dana (LDR) perseroan semakin membaik. Rasio LDR pada tahun 2022 hanya sebesar 56,50 persen, kemudian naik menjadi 70,03 persen pada tahun 2023. 

BACA JUGA:Bank Jatim Gelar Undian Simpeda, Hadirkan Artis Nasional dan Gandeng Pelaku UMKM Jawa Timur

Penyaluran kredit bankjatim juga diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman. Hal itu terlihat dari rasio Non Performing Loan (NPL) Gross bankjatim yang melandai. Yakni di angka 2,83 persen pada 2022 menjadi 2,49 persen pada 2023. Itu artinya kualitas kredit bankjatim semakin sehat  dan menjadi tanda adanya recovery dari beberapa  sektor ekonomi.  

”NPL berhasil mengalami penurunan karena kami telah melakukan penyelesaian kredit bermasalah serta adanya kredit hapus buku dan laba bersih kami sepanjang 2023 tercatat sebesar Rp 1,47 triliun,” ungkapnya.

BACA JUGA:Lebarkan Sayap Bisnis, Bank Jatim MoU KUB dengan Bank Lampung

Kemudian dari sisi tabungan bankjatim mengalami kenaikan 9,38 persen. Perseroan memang selalu berusaha untuk terus meningkatkan pos tabungan sebagai dana murah melalui beberapa langkah seperti memasifkan penggunaan JConnect Mobile dan periode promosi diseluruh wilayah Jawa Timur. 

Menurut Busrul, tabungan mengalami kenaikan seiring dengan tumbuhnya pengguna aplikasi mobile banking JConnect. Platform J Connect ini tidak hanya berfungsi sebagai produk untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi melalui bankjatim, namun juga untuk menyederhanakan dan mempercepat bisnis proses di internal bankjatim.

BACA JUGA:Tambah Koleksi Penghargaan, Bank Jatim Raih Juara Satu ARA 2022

Busrul memaparkan, kinerja digital banking bankjatim memang cukup memuaskan. Sepanjang 2023, pengguna JConnect Mobile mencapai 641.266 user atau tumbuh 29 persen (YoY). Lalu untuk nominal transaksinya berada di angka Rp 42 triliun, naik 45 persen (YoY). 

Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka 8.319 atau naik 31 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 11,7 triliun. Tidak hanya itu saja, jumlah Agen Jatim sepanjang 2023 juga tumbuh 146 persen (YoY) menjadi 7.158 dengan nominal transaksinya Rp 92,3 miliar.

Kategori :