SURABAYA - Selain menerima laporan dari anak buah di jajaran terkait perkembangan situasi, Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan juga memantau melalui media massa. Sehingga setiap ada kesempatan, jenderal bintang dua ini menyempatkan diri membaca koran. “Di ruang saya ini ada beberapa koran disiapkan di meja. Suatu ketika saya melihat tidak ada berita tentang pengungkapan di halaman depan Memorandum. Tentu saja saya kecewa, karena sepertinya polisi tidak bekerja,” ujar Luki Hermawan ketika ditemui di ruang kerjanya. Tanpa menunggu waktu lama, Luki Hermawan langsung mengingatkan pada kapolres jajaran untuk selalu rilis setiap ada pengungkapan, ataupun kegiatan kamtibmas yang dilakukan di wilayahnya. Karena menurut Luki Hermawan, tanpa dimuat di media massa, masyarakat tidak akan tahu hasil kerja kepolisian. “Bagaimana tidak kecewa, ketika itu hanya satu berita keberhasilan, itupun hanya kecil. Sehingga saya memerintahkan kapolres jajaran untuk merangkul media massa di wilayahnya. Jangan takut untuk mengundang wartawan,” imbuh Luki Hermawan. Ketika disinggung tentang sejak kapan mengenal Memorandum, Luki Hermawan mengatakan bila sejak dirinya masih perwira pertama dan menjabat Kasat Intel Polres Malang. Namun tampilan Memorandum belum seperti sekarang ketika dirinya kembali dan menjabat orang nomer satu di Polda Jatim. “Dulu halaman pertamanya penuh berita kriminal, tapi kalau sekarang tampilannya lebih bagus karena beritanya beragam. Tidak hanya kriminal,” papar Luki Hermawan. Memorandum sekarang ini dinilai Luki Hermawan lebih santun baik dalam judul ataupun isi beritanya. Bahkan sudah menghilangkan foto-foto yang dipandang mengerikan. Luki Hermawan berharap, dalam pemberitaan yang disajikan oleh Memorandum, tetap berbobot, dan tentu saja tetap menjadi mitra kepolisian. Karena memang selama ini menurut Luki Hermawan, Memorandum sangat dekat dengan berita terkiat hukum dan kriminal. Sedangkan terkait tagline HUT ke-49 Memorandum “Semangat Baru, Anti-Hoax”, Luki Hermawan sangat setuju. Karena hoax ini sudah masalah nasional dan dengan hoax ini memecah persatuan dan kesatuan. “Bila hoax ini dibiarkan dan tidak kita ingatkan, sangat berbahaya. Karena sekarang saja banyak anak-anak main share,” imbuh Luki Hermawan. Bahkan beberapa minggu terakhir ini, pihaknya sudah menangkap masyarakat yang menyebarkan hoax untuk diproses hukum lebih lanjut. Namun untuk pelaku anak-anak, oleh penyidik dikembali ke orang tuanya untuk dibina. Dengan pengungkapan yang dilakukan oleh tim sibernya ini, Luki Hermawan berharap masyarakat lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial. Luki Hermawan juga mengimbau pada orang tua agar tetap memantau anaknya ketika menggunakan media sosial.(tyo/rif)
Memorandum Tampil Lebih Bagus
Minggu 11-11-2018,11:58 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,09:00 WIB
Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Diduga Kabur ke Jawa Tengah
Sabtu 04-07-2026,07:29 WIB
Cannabis Buds 3,37 Ton Terbongkar di Gresik, MUI Jatim: Harus Sanksi Berat
Sabtu 04-07-2026,15:03 WIB
Mutasi Pejabat dan Kapolsek, Kapolres Ngawi Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Prima
Sabtu 04-07-2026,10:15 WIB
PHK Massal Ancam Ribuan Pekerja di Jatim, Gejolak Geopolitik Global Jadi Pemicu
Sabtu 04-07-2026,13:35 WIB
Bhabinkamtibmas Ngrambe Monitoring Pekarangan Sayuran Warga, Perkuat Ketahanan Pangan di Ngawi
Terkini
Sabtu 04-07-2026,21:37 WIB
Polri-TNI Bersinergi Kawal Tasyakuran Warga Baru PSHT di Kediri Kota
Sabtu 04-07-2026,21:03 WIB
Pererat Sinergi dengan Masyarakat, Babinsa Larangan Pantau Aktivitas Perajin Mebel di Pamekasan
Sabtu 04-07-2026,20:30 WIB
Ditinggal Cari Makan, Kamar Kos di Semolowaru Surabaya Terbakar
Sabtu 04-07-2026,20:06 WIB
Ketua KONI Surabaya Pastikan Keluhan Fasilitas Latihan Cabor Langsung Ditindaklanjuti
Sabtu 04-07-2026,19:59 WIB