SURABAYA - Perkembangan pembangunan properti di Indonesia saat ini sangat luar biasa. Terutama tingginya kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal membuat pengembang berlomba-lomba membangun rumah susun di berbagai kawasan. Namun, dalam bisnis properti tersebut tidak jarang menimbulkan berbagai permasalahan bahkan timbul sengketa hukum. Maka pihak pengembang bisnis properti perlu memperhatikan akusisi dan aspek hukum pembangunan properti di Indonesia. Hal ini disampaikan Dr Harsono Njoto, SH, MH praktisi hukum dan akedimisi juga sebagai ketua panitia seminar nasional, saat dikonfirmasi di hotel Mercure Grand Mirama, Sabtu (26/1). Ia menambahkan, kegiatan seminar ini turut serta dihadiri narasumber top Indonesia, Dr Suhardi Somomoeljono, SH, MM Managing Partner SSA Advocates, Jakarta, Drs Paulus Totok Lusida, Apt Sekjen DPP REI, Dr Erwin Kallo, SH, MH the best Popular Property Lawyer dan Co Property Lawyer di Jakarta, Bali, Makasar, Prof Dr I Budi Kagramanto, SH, MH, MM guru besar Fak. Hukum Unair Surabaya, serta Dr Irawan Soerodjo, SH, MSi Akademisi, Notaris. Sementara itu, Sekjen DPP REI, Drs Paulus Totok Lusida menyampaikan, terkait regulasi baru terhadap properti. Yang saat ini dengan adanya regulasi Permen PURR no 23 tahun 2018 tentang rumah susun ini sangat mempengaruhi terhadap investasi properti di Indonesia. "Yang sangat berpengaruh adalah aturan terhadap rumah susun atau apartemen. Dalam hal ini, karena tekanan dari beberapa pihak yang berkepentingan. Sehingga dengan munculnya Permen tersebut yang mana peraturan pelaksananya belum keluar dan sangat membela sesuatu yang tidak penting," tutur Sekjen DPP REI Ia melanjutkan, di situ disampaikan bahwa terhadap kepentingan pengelolaan itu adalah dibentuk pengurus yang menguasai seluruh properti apartemen dengan sistem baru terhadap apartemen yang belum laku. "Dengan masih banyaknya apartemen yang belum laku terus diambil alih pengurus luar untuk pengelolaan apartemen sesuai regulasi baru itu. Yang jelas tidak sesuai keinginan developer serta bagaimana investasi bisa balik, " terang dia. Dengan kejadian ini, lanjut Paulus Totok Lusida, pihak REI sudah melakukan langkah yudisial review supaya Permen PURR no 23 tahun 2018 tentang rumah susun ini tidak bisa dilaksanakan. "Berharap peraturan pemerintah tentang rumah susun ini sebelum dilaksanakan, di preview atau dikaji ulang kembali. Karena regulasi baru ini sangat merugikan bagi investasi properti di Indonesia, " tegas dia. Sedangkan, Prof Dr I Budi Kagramanto, SH, MH, MM guru besar Fak. Hukum Unair Surabaya, mengatakan, perkembangan Properti di Indonesia ini sangat luar biasa mengingat kebutuhan sangat tinggi di masyarakat. "Otomatis pengusaha properti ikut serta membantu juga atas keinginan masyarakat yang membutuhkan rumah susun atau apartemen. Sebab, kebutuhan tempat tinggal sangat tinggi dibandingkan pembangunan apartemen masih belum seimbang," imbuh dia. Hal beda disampaikan Dr Suhardi Somomoeljono, SH, MM Managing Partner SSA Advocates, untuk menghadapi problematika akuisisi dan aspek hukum pembangunan properti di Indonesia. Pihak pengembang harus mengetahui teknik dasar uji tuntas hukum akuisisi properti dan aspek hukum pembangunan dan pengembangan properti di Indonesia. "Salah satunya, pengembang harus melakukan riset uji tuntas hukum akuisisi properti. Seperti melakukan pemerikasanan dokumen identitas penjual, dokumen transaksi, dokumen kepemilikan properti, perizinan, serta pemeriksaan peruntukan tanahnya harus jelas," imbuh dia. (x/yok)
Bisnis Properti Perlu Perhatikan Akuisisi dan Aspek Hukum
Sabtu 26-01-2019,20:49 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-03-2026,21:36 WIB
Beat Dicuri di Tambak Segaran Surabaya Usai Dipakai Mudik ke Jombang
Rabu 25-03-2026,21:29 WIB
Libur Lebaran Bawa Sukacita di Aceh, Air Terjun 7 Tingkat Jadi Primadona Wisata
Rabu 25-03-2026,17:33 WIB
PMPL ID Spring 2026 Grand Final di Surabaya, 3 Hari Nonstop dari Sore hingga Malam
Rabu 25-03-2026,22:37 WIB
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Tol Sumo Surabaya Tembus 755 Ribu Kendaraan
Rabu 25-03-2026,19:29 WIB
Hangatnya Idulfitri 1447 H, Kapolres Kediri Bersilaturahmi ke Sejumlah Ulama
Terkini
Kamis 26-03-2026,16:55 WIB
Ribuan ASN Lumajang Halalbihalal, Bupati Indah Tekankan Integritas dan Pelayanan
Kamis 26-03-2026,16:51 WIB
Banjir Pasuruan Rendam 6.650 KK di 11 Kecamatan, Rejoso dan Beji Terparah
Kamis 26-03-2026,16:48 WIB
Jangan Diabaikan! Ini 6 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Mengarah ke Prediabetes
Kamis 26-03-2026,16:47 WIB
Khofifah Tinjau Banjir Rejoso Pasuruan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang
Kamis 26-03-2026,16:40 WIB