Kediri, memorandum.co.id-Sejumlah masyarakat terdampak polusi limbah Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri, dari Desa Tugurejo mengaku sampai sekarang belum menemui titik temu terkait dengan apa yang sudah diberikan kepada PG terhadap warga. Hal ini diketahui, pada pertemuan dengan agenda rapat dengar pendapat (Hearing) dengan pimpinan DPRD di Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (10/8) Ketua Tim Mediasi Desa Tugurejo, Anton Samijo mengatakan, warga dan perangkat desa sampai sekarang belum bisa menerima pemberian PG Pesantren Baru terkait kompensasi. "Permintaannya warga itu sebetulnya bukan kompensasi mintanya zero pollution. PG awalnya menggiring warga akan diberikan yaitu senilai uang 570 dan sembako. Sembako dalam hal ini yaitu gula 5 kilo, terus beras 5 kilo, supermie dan minyak, tapi kenyataannya 2 kali yang sudah pernah disampaikan itu PG tetap ingkar janji," ucap Anton Anton menambahkan, dampak polusi yang dikeluarkan oleh PG Pesantren antara lain, air berubah, suaranya bising, bau tidak sedap dan polusi udara. "Dari polusi itu akhirnya warga melaporkan ke DPR hari ini akan di mediasi nanti akan dilaporkan oleh pihak Lingkungan hidup provinsi," tambahnya. Sedikitnya 5 warga Desa Tugurejo, Kepala Desa dan Sekdes yang ikut dalam rapat tersebut. Dengan adanya rapat ini diharapkan mereka segera menemui titik temu diantara kedua belah pihak. Menanggapi hal ini, ketua DPRD Kab Kediri Dodi Purwanto menjelaskan, dari perwakilan warga tersebut menyampaikan bahwa tidak ada keinginan untuk menutup ataupun menghalang halangi proses produksi PG Pesantren, akan tetapi berharap untuk meminimalisir polusi atau dampak lingkungan yang diakibatkan dari produksi PG Pesantren. "Mungkin banyak juga tadi dikatakan oleh pak kades, ratusan warga tugurejo yang bekerja di pesantren. Terus juga banyak masyarakat Kabupaten Kediri yang hasil tebu nya masuk ke pesantren, maka sangat bijak ketika pak kades itu harus mencarikan solusi yang terbaik. Oke agar teman teman tetap bekerja," jelas Dodi. Kepala DPRD Kab Kediri menambahkan, kita juga ingin berkomunikasi dengan PG Pesantren untuk mencari win win solution yang terbaik nantinya. Setelah dilaksanakan agenda rapat hari ini, rencananya dari DPR dan lingkungan hidup akan terjun langsung ke Desa Tugurejo untuk melihat langsung kondisi yang ada saat ini. (nvd/mon/ono)
Terdampak limbah dan Polusi PG Pesantren, Warga Desa Tugurejo Berharap Zero Pollution
Kamis 10-08-2023,18:39 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,11:04 WIB
Aroma Menyengat Ganggu SMPN 4 Banjardowo, DPRD Jombang Desak Pemkab Buka Dokumen Perizinan PT JPN
Jumat 02-10-2026,07:00 WIB
Bayang Cinta Tanpa Kepastian (5): Pengakuan Pahit yang Menghancurkan Segalanya
Jumat 02-10-2026,15:24 WIB
Viral di Medsos Dugaan Jual Beli Banpang, Bulog Gandeng Polisi Lakukan Penelusuran
Jumat 02-10-2026,17:55 WIB
Prabowo Lantik Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa Wakil Ketua Wantimpres
Jumat 02-10-2026,18:00 WIB
Usai Dilantik Jadi Kepala Bankom, Syahganda Nainggolan Ungkap Arahan Prabowo
Terkini
Sabtu 03-10-2026,04:03 WIB
Apa Itu Me Time? Ini Pengertian, Manfaat, dan Kegiatan yang Bisa Dilakukan
Sabtu 03-10-2026,03:13 WIB
Komisi C DPRD Jatim Dorong ASN Berkompeten Jabat Biro Pengelolaan BUMD
Sabtu 03-10-2026,02:55 WIB
Matangkan RUU Kawasan Industri, Komisi VII DPR Serap Aspirasi Pelaku Usaha
Sabtu 03-10-2026,01:03 WIB
Pekerjaan Freelance Makin Diminati, Ini Peluang Cuan dan Keuntungannya di Era Digital
Sabtu 03-10-2026,00:15 WIB