Blitar, memorandum.co.id - Tiga warga negara asing (WNA) bermasalah diamankan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Senin (19/06/2023). Dua dari Tiga WNA itu, IM (39) dan WM (24) berkebangsaan Pakistan. Sementara satu orang lagi, MB (66) berkebangsaan Singapura. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Arief Yudistira mengatakan, ketiga WNA tersebut masih menjalani pemeriksaan dan masih akan ditelusuri perkembangannya. "Dua orang WNA Pakistan selama ini tinggal di Desa Kaligambir, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Sedangkan satu orang WNA Singapura diamankan dan diduga telah menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Tulungagung," terang Arief. Arif menceritakan, IM dan WM diamankan setelah mendapati adanya laporan warga. Setelah ditelusuri, diketahui salah satunya bahkan sudah menikah dengan warga sekitar. Menurut pemeriksaan di awal, keduanya berencana pergi ke Australia lewat jalur tikus ke Malaysia, Dumai (Riau), lalu ke Blitar dan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, di tengah perjalanan, keduanya sepakat untuk bermukim di Blitar. "Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) mendapat laporan dari warga sekitar yang resah. Akhirnya kami amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya. Sementara MB, WNA asal Singapura yang diketahui memiliki dokumen kependudukan ganda. Dia tercatat sebagai warga negara Singapura tapi juga tercatat sebagai warga negara Indonesia (WNI). Dia diamankan ketika akan mengurus paspor, di situlah MB diketahui memiliki dokumen kependudukan ganda. Arief menyebut, MB memiliki dokumen kependudukan RI yang lengkap, mulai dari KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga paspor. "MB datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan untuk melanjutkan pendidikan. Dia kelahiran asal Kampong Pachitan, Changi, Singapura, pada September 1956. Sementara, tercatat dalam KTP, dia lahir di Pacitan Jawa Timur," jelasnya. Lebih lanjut Arief mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kronologi MB bisa mendapatkan dokumen kependudukan RI. Dengan dokumen kependudukan yang lengkap, MB bisa leluasa bahkan menjadi dosen di PTS di Tulungagung. Untuk sekarang, diketahui status kependudukan MB di Indonesia sudah dicabut. "Mungkin Pachitan dan Pacitan dikira sama, mungkin RT-nya gak tahu kalau ada Pachitan di Singapura. Tapi masih kami selidiki kok bisa sampai memiliki identitas WNI," pungkasnya. Pihak Imigrasi telah menyita sejumlah barang bukti dari ketiga orang WNA bermasalah tersebut. Diantaranya, KK, KTP, paspor kunjungan dan barang bukti lainnya.(nus/zan/ziz)
Imigrasi Blitar Amankan Tiga WNA Pakistan dan Singapura
Selasa 20-06-2023,12:52 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 08-08-2026,11:59 WIB
Disapa Malah Ngamuk, Pria Bubutan Surabaya Bacok Warga Pakai Mandau
Jumat 07-08-2026,22:10 WIB
Siswa SD di Lamongan Masuk IGD usai Santap MBG, Hasil Laboratorium Positif Tipes
Jumat 07-08-2026,22:07 WIB
Kapolres Kediri Kota Hadiri Haul KH Imam Yahya Mahrus XV, Pererat Sinergi dengan Ponpes Al Mahrusiyah
Jumat 07-08-2026,22:01 WIB
Lomba Layangan Bupati Situbondo Cup 2026 Diikuti 576 Peserta dari Berbagai Provinsi
Jumat 07-08-2026,22:04 WIB
Febrie Adriansyah Dicecar Lebih dari 20 Pertanyaan Saat Diperiksa Kejagung
Terkini
Sabtu 08-08-2026,21:19 WIB
Sigap Tangani Karhutlah, Babinsa Argosari Bersama Forkopimcam dan Relawan Padamkan Api di Kawasan TNBTS
Sabtu 08-08-2026,20:53 WIB
Komunikasi Publik Lumajang Jadi Rujukan Jawa Timur hingga Daerah Lain
Sabtu 08-08-2026,20:15 WIB
Kebakaran Hebat Hanguskan PT Xinyi Solar di Kawasan JIIPE, Satu Orang Terluka
Sabtu 08-08-2026,19:58 WIB
Armuji Kuasai Tenis Meja Surabaya, Sapu Bersih Kisruh Lama dan Targetkan Emas Porprov 2027
Sabtu 08-08-2026,18:50 WIB