Surabaya, memorandum.co.id - Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad menyambut baik hasil putusan MK. Dimana sesuai dengan harapan dari hampir seluruh partai politik mengembalikan hak rakyat. Meski demikian, Wakil Ketua DPRD Jatim itu juga memiliki pandangan untuk kritik kepada partai politik agar benar-benar menyiapkan calon anggota legislatif dengan secermat mungkin. "Sesuai dengan harapan dari hampir seluruh partai politik mengembalikan hak rakyat," kata Anwar Sadad di Gedung DPRD Jawa Timur menyambut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutus gugatan sistem pemilihan umum (Pemilu) proporsional terbuka dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu yang dibacakan Ketua MK, Anwar Usman di Jakarta. Wakil Ketua DPRD Jatim itu juga memiliki pandangan tersendiri terkait adanya gugatan sistem pemilu terbuka. Menurutnya, gugatan itu juga sebagai bentuk kritik kepada partai politik agar benar-benar menyiapkan calon anggota legislatif dengan secermat mungkin. "Karena Undang-Undang telah memberikan kewenangan berupa peran dan fungsi kepada partai politik sebagai lembaga yang melakukan pendidikan politik dan mencari atau merekrut calon-calon pemimpin bagi bangsa ini," tegasnya. "Sehingga dalam menentukan calon anggota DPR atau DPRD itu bisa benar-benar sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat," lanjut dia. Oleh karena itu, Anwar Sadad menilai, adanya gugatan terhadap sistem pemilu proporsional terbuka ini sekaligus mengingatkan kepada partai politik agar lebih selektif dan efektif lagi dalam memerankan fungsinya. "Karena tidak ada lembaga lain yang mendapatkan peran dan fungsi sebesar itu, yang diberikan Undang-undang kecuali kepada partai politik. Tetapi tentu tidak dengan cara mengubah sistem tertutup," katanya. Sebab, kata dia, sistem proporsional tertutup bisa mematikan ruang gerak calon anggota legislatif. Lebih dari itu, hal ini juga menjadikan tidak tereksplorasi-nya ketokohan seseorang. "Ini saya kira adalah keputusan yang fair, yang jujur, sesuai dengan harapan rakyat Indonesia," ujarnya. Maka dari itu, menurut dia, setiap partai politik harus mendengarkan harapan, keinginan maupun kritik dan koreksi dari masyarakat. Ini diharapkan agar calon wakil rakyat yang diusung benar-benar kapabilitas dan mengerti bagaimana caranya menjadi wakil rakyat yang profesional. Walaupun begitu, Anwar Sadad mengakui, Partai Gerindra tetap diuntungkan apabila pemilu menerapkan sistem proporsional tertutup ataupun terbuka. Sebab, ketika baru berdiri, partainya sudah menerapkan kader berjenjang. "Tetapi kan yang kita persoalkan bukan itunya, tapi rakyat tidak diberikan banyak pilihan untuk menentukan siap yang berhak mewakili dirinya. Saya kira ruang itu yang dalam pandangan Partai Gerindra bertentangan dengan prinsip-prinsip keterbukaan, kebebasan," tandasnya. (day/ziz)
Pascaputusan MK, Parpol Harus Siapkan Kader Terbaik
Jumat 16-06-2023,12:50 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,19:33 WIB
Polisi dan Damkar Ngawi Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Tebu PG Soedhono di Widodaren
Kamis 23-07-2026,19:50 WIB
Duet Ayu dan Gosa Hibur Pengunjung Memorandum Haji Umrah Expo 2026 dengan Lagu Norah Jones
Kamis 23-07-2026,21:29 WIB
Masuk Musim Giling, PG Asembagus Serap Ribuan Tenaga Kerja di Situbondo Timur
Kamis 23-07-2026,16:44 WIB
Ini Daftar Harga Tiket Piala Presiden 2026 di Surabaya dan Bandung Resmi Dirilis
Terkini
Jumat 24-07-2026,11:46 WIB
Perkuat Harkamtibmas dan Cegah Bullying, Polsek Simokerto Rangkul Wali Murid SMK ABI Surabaya
Jumat 24-07-2026,11:32 WIB
Sidoarjo Ukir Prestasi Sanitasi, Resmi Raih Predikat Kabupaten STBM 5 Pilar dari Kemenkes
Jumat 24-07-2026,11:30 WIB
Pemkab Sidoarjo Bersama BNN Berkolaborasi Cegah Peredaran Narkoba
Jumat 24-07-2026,11:27 WIB