Duri (bukan nama sebenarnya) mengawali rumah tangga bersama perempuan lugu bernama Warsih (samaran) dengan keyakinan bakal mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warohma (samawa). Duri yakin Warsih yang berasal dari keluarga sederhana bisa menyelaraskan diri dengan kehidupan Duri yang masih bekerja sebagai pegawai honorer di kantor pemerintahan. Keyakinan itu semakin kuat melihat selama ini Duri mengenal Warsih orangnya sangat pendiam dan tidak banyak pergaulan. Dia tidak akan bicara kalau tidak ada yang mengajaknya bicara. Ijab kabul di rumah sempit perkampungan padat penduduk kawasan Kapasan menandai janji suci mereka. “Kami berkenalan di Sentra Wisata Kuliner Karah ketika sama-sama makan malam,” kata Duri kepada pengacaranya di kantor sekitar Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya, beberapa waktu lalu. Keterlambatan pergaulan Warsih tampak dari tamu yang diundang ke resepsi pernikahannya. Hanya ada beberapa orang. Tidak sampai 10. Cuma tetangga kanan-kiri. Tak lama setelah resepsi yang diadakan secara sederhana, pasangan pengantin baru itu lantas menyewa rumah dekat tempat tinggal orang tua Warsih. Warsih tidak tega meninggalkan kedua orang tuanya karena dia adalah anak tunggal mereka. Dengan berdekatan rumah, sewaktu-waktu Warsih bisa menengok mereka. Memang, hampir setiap waktu Warsih bisa lebih banyak bersama kedua orang tuanya. Setiap Duri bekerja atau keluar untuk keperluan apa pun, Warsih pasti pulang ke rumah orang tuanya. Duri bahkan sering harus menjemput istrinya di rumah mertua sepulang kerja atau dari bepergian. “Hidup Warsih sepertinya hanya di dua tempat itu. Tidak ada yang lain. Kalau tidak di kontrakan saya ya di rumah Ibu (mertua, red),” kata Duri memberi gambaran kehidupan sang istri. Bahkan, sering dengan alasan capek karena membantu ibunya membuat kue pesanan, Warsih menginap di rumah sang ibu. Mungkin karena kebiasaan semacam itu, pada saat-saat tertentu Duri merasa agak kurang dekat dengan istrinya. Duri juga merasakan sikap kedua mertuanya agak merenggang. “Hal itu saya rasakan sejak tiga bulan usia perkawinan kami. Tapi, saya mencoba menepisnya dengan lebih mendekatkan diri kepada keluarga istri,” tambahnya sambil mengeluarkan sebungkus rokok dari tas kecil, mengambilnya sebatang, lalu memasang di antara kedua bibir. Dia juga menawarkan rokoknya kepada Memorandum. Tapi karena Memorandum spontan menolaknya dengan mengibaskan lengan, Duri segera meminta maaf. “Sori, saya kira Njenengan merokok,” katanya, lantas tersenyum. Tapi ketika sadar bahwa kami berada di ruang ber-AC, Duri pura-pura batuk dan buru-buru memasukkan kembali rokoknya. Dia kemudian menarik napas panjang seperti sedang melepaskan beban yang menghimpit. (jos, bersambung)
Istri Cantik Dibegal Ayah Angkat yang Pengusaha (1)
Rabu 14-06-2023,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-02-2026,07:30 WIB
Satu Tahun Kepemimpinan Warsubi-Salman, Berkomitmen Membangun Jombang dengan Kerja Nyata
Minggu 22-02-2026,06:30 WIB
Tersangkut Kabel Saat Keluar Gudang, Kontainer Terguling dan Timpa Pemotor di Manyar Gresik
Minggu 22-02-2026,10:20 WIB
Torehkan Tinta Emas, Danrem 083/Baladhika Jaya Beri Pesan Terakhir untuk Kodim 0824/Jember
Minggu 22-02-2026,17:11 WIB
Belanja Internet Dinas Kominfo Magetan 2024-2026 Tembus Rp 1 Miliar Lebih per Tahun
Minggu 22-02-2026,19:02 WIB
Jaringan TPPU Narkoba Rp 37,5 Miliar Dikendalikan Klebun Bangkalan
Terkini
Senin 23-02-2026,05:00 WIB
Ronaldo Bangkit Bersama Al-Nassr! Sempat Bersitegang, CR7 Kini Kembali Tajam dan Pimpin Klasemen
Senin 23-02-2026,03:24 WIB
Arsenal Menggila di Derby London! Eze dan Gyökeres Cetak 2 Gol
Minggu 22-02-2026,21:56 WIB
Polres Malang Gelandang Pelaku Pembunuhan Remaja Nganjuk, Ditangkap di Rumah Kos Kota Malang
Minggu 22-02-2026,21:38 WIB
Direktur Pelayaran di Surabaya Palsukan Dokumen Pejabat hingga Raup Rp 4 Miliar, Begini Modusnya
Minggu 22-02-2026,21:32 WIB