Kalau dibandingkan gaji aparatur sipil negara (ASN) golongan IV-a atau laba bersih pemilik stan terbesar di pasar, rezeki Dundung yang diberikan kepada Maya masih lebih besar. Maya mengaku bersyukur andai pendapatan itu benar-benar dari gaji Dundung sebagai pegawai bank. “Aku benar-benar malu jika kabar Mas Dundung bekerja sebagai pengemis,” kata Maya. Malam Minggu selepas salat Isya akhirnya kami, Memorandum dan istri, Maya serta seorang wartawan foto akhirnya berangkat menuju tengah kota. “Aku dengar kabar bahwa Mas Dundung sering nongkrong di lampu-lampu bangjo,” kata Maya. Kami lantas menuju tempat-tempat keramian yang kemungkinan Dundung beraksi. Ada beberapa tempat yang bakal kami tuju, antara lain Taman Bungkul, balai kota, dan Taman Prestasi. Kalau belum berhasil dan waktu masih memungkinkan, kami akan memperluas area pencarian. Bisa jadi ke Kenjeran atau Taman Mundu. Singkat cerita, kami naik-turun kendaraan, berkeliling ke tempat-tempat sesuai rencana tadi, dan mempertajam pandangan di setiap traffic light (TL). Tapi, untuk sementara hasilnya nol. Upaya seperti itu sudah kami lakukan hingga sepuluh kali lebih, tapi belum juga membuahkan hasil. Memorandum sendiri kadang ikut mereka, tapi lebih sering tidak karena harus bekerja. Nah, ketika kebetulan Memorandum tidak ikut dan sedang mengetik di kantor, tiba-tiba HP berdering. Ternyata dari Maya. Dia mengaku mencurigai seseorang yang mirip suaminya sedang minta-minta di sebuah TL. Namun, tak lama kemudian dia menepis kecurigaannya sendiri karena orang yang sedang minta-minta itu bukan Dundung, tapi hanya mirip. Walau begitu, kalau memang memungkinankan, Memorandum meminta Maya mengikuti ke mana orang itu pergi. Maya setuju. Dia turun dari mobil dan diam-diam mengikuti orang itu dari jarak aman. Diam-diam Maya juga mengambil gambarnya. Sayang, upaya ini harus patah di tengah jalan karena orang tadi tiba-tiba menghilang ditelan keramaian orang-orang menyeberang jalan. Di rumah, Maya menunjukkan hasil jepretannya terhadap peminta-minta yang dia curigai. Memang ada kemiripan dengan Dundung. Cuma, wajah orang itu tampaknya lebih tua, lebih kotor, dan badannya lebih kekar. Selain itu, kakinya buntung sebelah. Tapi, bisa saja kan itu dandanan Dundung saat “bekerja”? Keesokan harinya Sabtu malam Minggu, Memorandum memiliki waktu untuk membantu Maya. Kami kembali menyusuri jalan dan mencari TL yang kemarin. Ketemu. Ternyata di depan Stasiun Gubeng, dekat kompleks Monumen Kapal Selam. (jos, bersambung)
Mengaku Pegawai Bank, Ternyata Suami Penipu (3)
Jumat 26-05-2023,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-04-2026,15:26 WIB
Mitra SPPG BGN Madiun Bentuk Paguyuban Kawal Kualitas MBG
Sabtu 04-04-2026,22:36 WIB
Perkuat Tata Kelola Program MBG, Khofifah Dorong Sinergi SPPG dan Daerah
Sabtu 04-04-2026,14:29 WIB
Kisah Petani Sayur di Lereng Merapi: Penghasilan Melonjak Berkat Program MBG
Sabtu 04-04-2026,09:36 WIB
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Wartawan di Mojokerto Masuk Tahap I, Penyidik Tunggu Petunjuk Kejaksaan
Sabtu 04-04-2026,11:01 WIB
MPL ID S17 Memanas, ONIC dan Dewa United Ambil Poin Penuh di Week 2 Hari Pertama
Terkini
Minggu 05-04-2026,08:41 WIB
Hemat Energi Tanpa WFH, Bupati Lukman Hakim Wajibkan ASN Bersepeda demi Misi Bangkalan Bherse Ongghu
Minggu 05-04-2026,07:27 WIB
Taklukkan Atletico, Barcelona Kian Dekat dengan Juara
Minggu 05-04-2026,07:20 WIB
Haaland Akui Musim Tak Stabil, Bangkit Lewat Hattrick Saat Man City Hajar Liverpool
Minggu 05-04-2026,07:12 WIB
Persaingan MPL ID S17 Memanas, Geek Fam Tampil Agresif, Alter Ego Ukir Reverse Sweep Dramatis
Minggu 05-04-2026,07:09 WIB