Pasuruan, Memorandum.co.id - Musim panen raya membuat stok garam di Pasuruan melimpah. Bahkan, terlalu banyaknya garam membuat hasil panen tidak terserap pasar. Sehingga membuat para petambak terpaksa menimbun hasil garamnya.[penci_ads id="penci_ads_4"] Kondisi ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan. Rencananya, Dinas Perikanan akan membangun gudang garam berstandar nasional tahun 2020 mendatang. Slamet Nurhandoyo, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, gudang garam tersebut direncanakan akan dibangun di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, sebagai salah satu wilayah penghasil garam terbesar di Kabupaten Pasuruan. “Kita inginnya secepatnya. Karena kami ingin memenuhi keinginan para petani garam kalau pas panen raya seperti ini. Ada gudang khusus untuk garam, karena sampai sekarang memang belum ada,” kata Slamet. Saat ini, rencana tersebut sudah diusulkan ke Pemprov Jawa Timur untuk bisa direalisasikan tahun 2020 mendatang. Diharapkan, gudang garam ini bisa menampung 1.000 ton garam dari hasil produksi garam di semua wilayah perairan di Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Lekok, Kraton, Nguling dan Bangil. “Pas musim hujan, harga garam bisa naik sehingga menguntungkan para petani. Maka dari itu, kami usulkan pembangunan gudang garam,” tandas Slamet. Hanya saja, usulan pembangunan gudang garam ini sampai sekarang belum mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski begitu, Slamet optimis bahwa rencana pembangunan gudnag garam ini akan terealisasi, minimal tahun depan. “Semoga awal tahun atau pertengahaun tahun sudah ada kabar baik yang kami terima,” singkat Slamet.[penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="left" withids="" displayby="tag" orderby="rand"] Sementara itu, menumpuknya hasil tambak garam, sebenarnya sudah terlihat dalam 2-3 bulan terakhir. Harga garam pun sampai anjlok. Mustajab (45), petambak garam asal Gerongan, Kecamatan Kraton, mengeluhkan harga garam yang anjlok. Yaitu, hingga Rp 250 per kilogram. Harga jual garam yang anjlok, membuat banyak petambak enggan menjual garamnya. Termasuk Mustajab yang terpaksa menjual garam eceran ke toko-toko, agar harganya bisa lebih bersaing dibanding dijual ke distributor. “Ya gimana lagi, daripada gak lagu, mending saya jual sendiri ke toko-toko terdekat. Yang penting laku,” ungkap Mustajab. Mustajab terpaksa menjual garam ke toko-toko secara ecer, lantaran sebentar lagi memasuki musim hujan. Dia dan para petambak lainnya takut, garam yang ditumpuk akan rusak selama musim hujan. Dan pada akhirnya, merugikan petambak sendiri. “Kalau ada gudang garam, maka bisa menyimpan garam kami, kemudian kami jual pas hujan,” jelas Mustajab.(rul/sr/gus)
Pemkab Pasuruan Rencana Bangun Gudang Garam Standar Nasional
Rabu 11-12-2019,09:29 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 11-09-2026,13:00 WIB
Janji Seragam dan Laptop Tak Terealisasi, Wali Murid Kelas 10 Geruduk SMK Kesehatan Nusantara
Jumat 11-09-2026,17:06 WIB
Sales HP Kuras Limit Kredivo Rp40 Juta Berakhir Jadi Pesakitan, Begini Modusnya
Jumat 11-09-2026,19:19 WIB
2.738 Lowongan Disiapkan Pemkot Surabaya untuk Warga Desil 1–3
Jumat 11-09-2026,15:28 WIB
PBG Belum Terbit, DPRD Jombang Desak Pabrik Sepatu Ditutup
Jumat 11-09-2026,15:00 WIB
Pangkas Waktu Tanggap Jadi 7 Menit, Command Center 112 Surabaya Diawasi 4.000 CCTV
Terkini
Sabtu 12-09-2026,12:15 WIB
Gerak Cepat Datangi TKP, Polsek Krian Bersama Warga Padamkan Kebakaran Warkop dan Kios Mebel Kayu
Sabtu 12-09-2026,12:07 WIB
Satgas Pangan Polres Ngawi Pastikan Harga dan Stok Beras di Pasar Besar Stabil
Sabtu 12-09-2026,11:57 WIB
Peringati Hari Jadi ke-78 Polwan, Polres Ngawi Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Bina Insani
Sabtu 12-09-2026,11:44 WIB
Bhabinkamtibmas Kwadungan Monitoring Tanaman Terong, Dukung Ketahanan Pangan Warga
Sabtu 12-09-2026,11:33 WIB