Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni. Surabaya, memorandum.co.id - Kader Surabaya Hebat (KSH) keluhkan insentif rendah, sedangkan tanggung jawab yang besar. Hal ini mendapatkan respon dari Arif Fathoni, anggota Komisi A DPRD Surabaya. Ia berharap Pemkot Surabaya tambahkan anggaran untuk KSH. Ia menjabarkan, sekarang ini, peran pelayanan masyarakat di RT dan RW tertunjang oleh KSH. Gagasan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini diutamakan sebagai ujung tombak penyelesaian masalah stunting, kemiskinan, serta kesehatan di wilayah Surabaya. Tetapi, para kader-kader menyayangkan tanggung jawab yang besar KSH hanya diberi apresiasi insentif rendah oleh Pemkot Surabaya. Arif Fathoni menjelaskan KSH merupakan gabungan dari kader lingkungan, kesehatan, dan lain lain. Tentu pemerintah kota secara bertahap akan memberikan kenaikan insentif untuk kesejahteraan. “Mudah-mudahan pak wali kota mendengar hal ini dan dipikirkan terkait kenaikan insentif di tahun-tahun yang akan datang. Karena APBD kan sudah berjalan. Dengan adanya keluhan-keluhan ini kita pikirkan di APBD perubahan nanti tahun 2024. Saya berharap wali kota menaikkan insentif dari KSH ini,” harap pria yang kerap disapa Mas Toni itu, Senin, (3/4/2023) Ia menuturkan bahwa peran lurah, RT, RW, dan KSH, adalah sebagai murni pengabdian. Tugas-tugas kemasyarakatannya diapresiasi oleh Pemkot Surabaya dalam bentuk insentif. Pemerintah menyadari tidak bisa sendirian dalam melayani masyarakat Surabaya. Kader KSH dinilai sebagai ujung tombak pelayanan bagi masyarakat. Meski sering dianggap sebagai kaderisasi politik, Arif secara terang-terangan tidak masalah apabila seragam dari KSH ini berwarna merah ataupun kuning. “Pak Wali kota telah menyatakan kader KSH tidak boleh berpolitik praktis. Saya pikir mau bajunya merah ataupun kuning sekalipun. Itu tergantung perspektif,” tandas Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya tersebut. Bukanlah suatu permasalahan apabila KSH berseragam dengan warna apapun bagi dirinya. Karena pada faktanya, Arif mengatakan bahwa setiap ada kesempatan wali kota menyatakan tentang persoalan KSH tidak boleh berpolitik praktis. "Itu tidak masalah bagi Golkar. Perlu adanya kesadaran kolektif dari seluruh kader Surabaya hebat bahwa beliau-beliau ini adalah pelayan masyarakat. Sayang kalau kemudian terpolarisasi dengan kepentingan politik,” imbuh Arif. “Kita belajar dari apa yg disampaikan presiden keempat kita K.H Abdurachman Wahid bahwa di atas politik itu ada nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, KSH ini merupakan bentuk pengabdian nilai-nilai kemanusiaan sangat tidak etis kalau dijadikan sebagai kendaraan politik,” pungkas Arif Fathoni. (x1/alf)
Komisi A Berharap Pemkot Naikkan Insentif KSH
Senin 03-04-2023,16:55 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 07-11-2026,12:58 WIB
Apa Itu Ijazah Blockchain, Teknologi untuk Cegah Ijazah Palsu
Sabtu 07-11-2026,15:15 WIB
Gratis, Dapur Pejuang Jalanan dan Pemasangan Alarm Polrestabes Surabaya di Taman Bungkul Diserbu Warga
Sabtu 07-11-2026,21:20 WIB
Kasus Bawaslu Kota Madiun Tunggu Hasil PKN, Kejari Akui Ada Potensi Tersangka
Sabtu 07-11-2026,11:51 WIB
Jelang Hari Jadi ke-821 Tulungagung, Kecamatan Ngantru Buka Layanan IKD dan Pendaftaran Agen Perlinsos
Sabtu 07-11-2026,16:39 WIB
Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Kecamatan Ngantru Gelar Donor Darah Diikuti Puluhan Warga
Terkini
Minggu 08-11-2026,11:43 WIB
Lewat Program SAS, Kapolresta Sidoarjo Gelar Minggu Kasih di GKJW
Minggu 08-11-2026,10:50 WIB
UMK Jombang 2027 Belum Dihitung, Komisi D Desak Disnaker Matangkan Usulan
Minggu 08-11-2026,10:34 WIB
Langgar Jam Operasional di Kalianak dan Karang Tembok, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tindak 15 Truk
Minggu 08-11-2026,09:48 WIB
Minggu Kasih di GKJ Tuban, Polresta Tuban Ajak Masyarakat Sosialisasi Call Center 110 dan Jaga Kondusivitas
Minggu 08-11-2026,09:02 WIB