Surabaya, memorandum.co.id - Pemerhati satwa, Singky Soewadji, mendukung penuh rencana pembentukan Wisata Taman Komodo di Surabaya. Terlebih, hal tersebut pernah ia usulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya era Tri Rismaharini. “Gagasan itu pernah saya usulkan pada 3-4 tahun yang lalu sewaktu pemkot dipimpin oleh Bu Risma. Sebab, populasi komodo mencapai ratusan dan sudah overload di KBS,” tuturnya, Selasa (28/3/2023). Berdasarkan catatan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) pada akhir 2022, jumlah satwa purba tersebut mencapai 162 ekor. Diprediksi angka tersebut akan terus naik, apalagi hewan berjenis reptil itu terus dikawinkan. “Sudah over populasi sejak lama, karena itu saya usulkan kenapa tidak dibuatkan penangkaran baru. Saat itu, saya usulkan di Pantai Kenjeran lama. Itu cocok sama habitatnya komodo,” urai Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) ini. Kendati demikian, wacana Wisata Taman Komodo yang akan dibangun di kawasan Surabaya Timur dinilai Singky juga bagus dan relevan dengan kondisi fauna hewan endemik Indonesia itu. Akan tetapi dirinya lebih menyarankan agar dibangun di kawasan Kenjeran. “Masalahnya kawasan mangrove itu masih lahan kosong. Nggak cukup Rp10 miliar buat bangun di sana. Sedangkan di Kenjeran, pagar sudah ada, pohon banyak, pantai ada, tinggal bikin joglangan untuk komodo sudah selesai,” paparnya. Mewakili pemerhati satwa lainnya, Singky berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dapat merealisasikan penangkaran komodo baru yang disebut dengan Wisata Taman Komodo tersebut. “Jangan sampai rencana ini hanya wacana saja, kita inginnya wali kota lebih peduli. Bikin lah semacam sarasehan untuk membahas KBS mau dibawa ke mana, KBS ke depan itu mau jadi apa, undang orang yang paham untuk mengguide,” tandasnya. “Termasuk dalam membangun penangkaran komodo ini, maka pemkot harus melibatkan orang yang paham konservasi. Orang yang paham dan peduli dengan satwa, supaya realisasinya itu terarah,” sambung Singky. (bin)
Wisata Taman Komodo, Disarankan Lokasi di Kenjeran
Selasa 28-03-2023,19:32 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 16-07-2026,21:56 WIB
TNI AD Investigasi Penyebab Ledakan Gudang Munisi di Madiun
Kamis 16-07-2026,21:52 WIB
Bakar Daun Tebu Kering, Nenek di Blitar Tewas Terjebak Kobaran Api
Kamis 16-07-2026,21:19 WIB
Ekonomi Lumajang Tumbuh 5,35 Persen pada 2025 di Tengah Tantangan Pembangunan
Kamis 16-07-2026,21:25 WIB
Pasca Putusan Pengadilan, Jalan Tembus Soehat-Candi Panggung di Malang Segera Beroperasi
Kamis 16-07-2026,21:16 WIB
Ledakan Gudang Munisi di Madiun Tewaskan Satu Prajurit TNI AD, Enam Personel Jadi Korban
Terkini
Jumat 17-07-2026,20:00 WIB
Layanan Adminduk Gratis, RT/RW Dilarang Kaitkan dengan Iuran Kampung
Jumat 17-07-2026,19:58 WIB
Suamiku Tergoda Janda Kaya (6): Penyesalan Terlambat dan Karma Sang Lelaki Kufur
Jumat 17-07-2026,19:45 WIB
Satlantas Polrestabes Surabaya Kembalikan 157 Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan
Jumat 17-07-2026,19:42 WIB
Presiden Aliansi Alam Bersatu Jaya Desak Polres Lamongan Ungkap Penyebab Kebakaran Kantor
Jumat 17-07-2026,19:32 WIB