Gus Miftah meresmikan pondok pesantren yang ada di Lapas Kelas I Madiun. Madiun, memorandum.co.id - Lapas Kelas I Madiun menggelar pengajian dan talkshow kebangsaan bersama Gus Miftah, Jumat (24/2/2023). Penceramah kondang itu menyampaikan pesan kebangsaan kepada para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Talkshow kebangsaan bertema Moderasi Beragama dan Berbangsa yang Happy dan Menyenangkan dilaksanakan di Bengkel Kerja Lapas Kelas I Madiun. Mubaligh dengan nama asli Miftah Maulana Habiburrohma itu, menyampaikan beberapa hal, salah satunya orasi kebangsaan. Dia juga memotivasi para WBP untuk tidak lagi mengulangi kesalahannya. "Ini bukan akhir dari segalanya, ini cara Allah untuk menegur kita," kata dia. Di tengah kajiannya, Gus Miftah juga mengingatkan WBP untuk tidak terpengaruh pada paham radikal. Setiap insan harus menghormati perbedaan dan toleransi, sebab itu merupakan bagian dari Bhineka Tunggal Ika. "Indonesia itu rumah yang besar, ada enam kamar. Ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghuchu. Silahkan ke tempat ibadah masing-masing untuk menjadi yang lebih baik. Kalau semua baik, Indonesia aman," tutur Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta itu. Selain berorasi kebangsaan, Gus Miftah juga memberi nama pondok pesantren yang tengah dibangun Lapas Kelas I Madiun, yakni Hayatus Salam dengan arti hidup yang selamat. Sementara itu, Kalapas Kelas I Madiun, Kadek Anton Budiharta menyampaikan, dengan berdirinya pesantren di dalam Lapas diharapkan bisa menambah kegiatan pembinaan para WBP. Dengan konsep kegiatan pondok pesantren, nantinya pembinaan yang diberikan betul-betul memiliki konsep yang baik dan berwawasan kebangsaan. "Pondok ini langsung diberikan nama oleh beliau (Gus Miftah). Rencana kita kedepan seluruh pembinaan agama ini akan diikuti oleh seluruh warga binaan yang beragama Islam," ujarnya. Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari dalam sambutannya menyatakan, pengajian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian kerohanian bagi WBP yang beragama Islam. Selain itu, juga diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme melalui orasi kebangsaan. "Ini implementasi dari UU No 22 tentang Permasyarakatan. Dengan ini diharapkan rasa nasionalisme semakin kuat, sehingga melahirkan sikap bela negara yang tinggi," tuturnya. (rap/adi)
Gus Miftah Orasi Kebangsaan di Lapas Madiun
Jumat 24-02-2023,21:13 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 18-01-2026,13:09 WIB
Pemkab Tulungagung Anggarkan Rp50 M untuk Gaji PPPK Paruh Waktu Tahun 2026
Minggu 18-01-2026,16:34 WIB
Misteri Pembunuhan Wonokusumo Jaya Surabaya, Polisi Sisir Rekaman CCTV
Minggu 18-01-2026,15:49 WIB
Tragedi Berdarah di Wonokusumo Jaya, Hendak ke Pasar, Pengendara Stylo Tewas Dibacok
Minggu 18-01-2026,23:02 WIB
Kebutuhan Penanganan Jalan Desa Tinggi, Pemkab Gresik Fokus Perbaikan JPD Mulai 2026
Minggu 18-01-2026,16:22 WIB
Lurah dan Perangkat Desa Jadi Saksi Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina di Surabaya
Terkini
Senin 19-01-2026,10:00 WIB
Penuhi Target PAD 100 Persen, Pemkab Bangkalan Anugerahkan Penghargaan Kepada OPD dan Kecamatan Berprestasi
Senin 19-01-2026,09:41 WIB
2.684 Personel Polda Jatim Terima Tanda Kehormatan, Irjen Nanang: Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Senin 19-01-2026,09:38 WIB
Dime Dimov Resmi Berpisah dengan Persebaya, Bonek Sampaikan Salam Perpisahan
Senin 19-01-2026,09:12 WIB
Jarah Honda Beat, Satreskrim Polres Bangkalan Bekuk Alap-alap Motor Pecandu Judol
Senin 19-01-2026,09:07 WIB