Surabaya, memorandum.co.id - Pemkot Surabaya kurang tegas menyikapi aktivitas ratusan pedagang kaki lima (PKL) pasar tumpah di Jalan Tembok Dukuh dan Jalan Kalibutuh yang memakan separuh jalan. Kondisi ini tidak saja dikeluhkan warga, tapi juga pengguna jalan. Karena setiap pagi terjadi kemacetan. Ratusan pedagang ini berjualan di sepanjang bahu jalan protokol hingga di atas saluran air atau trotoar yang keberadaanya dilarang. Meski sudah ada sejumlah papan larangan yang dipasang Satpol Kota Surabaya. Buktinya, peringatan itu tidak digubris sehingga menjadi pajangan semata. Larangan ini, pertama berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya nomor 17 tahun 2003 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Kedua Perda Kota Surabaya nomor 10 tahun 2000 tentang Ketentuan Penggunaan Jalan. Ketiga Perda nomor 2 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Selain melanggar perda, aktivitas PKL yang melebihi jam operasioanl juga meresahkan warga setempat.Bahkan ketua RW 01 memberikan tenggat waktu hingga pukul 06.00. Namun, kesepakatan itu kerap dilanggar pedagang. Selain menimbulkan kemacetan, buntut dari aktivitas PKL juga membuat lingkungan kumuh. Pedagang meninggalkan sampah tersebut seenaknya di jalan raya, sehingga mengganggu kenyamanan. Meski begitu petugas kebersihan selalu sigap mengangkut sampah-sampah tersebut. "Pernah saya tegur agar tidak berjualan di depan rumah saya. Tapi mereka (PKL) malah ngamuk-ngamuk,"kata Tina, warga RT 08/RW 07 Kalibutuh. Bahkan, warga memasang tulisan di depan masing-masing pagar rumah atau rumah toko (ruko) untuk tidak meninggalkan sampah setelah aktivitas PKL berakhir."Setiap hari banyak sampah yang tercecer dan sengaja dibiarkan," ujar Farah, penjual di salah satu ruko di Jalan Tembok Dukuh. Sementara Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb menegaskan, aktivitas PKL di badan jalan dilarang. Untuk itu, setiap pagi satpol PP melakukan penertiban. “Tiap pagi kami (satpol PP, red) turun untuk menghalau mereka (PKL, red),” tegas Piter. Selanjutnya, jelas Piter, para pedagang akan dilakukan penataan di lahan rumah tanahan militer (RTM) di kawasan Koblen, Kelurahan/Kecamatan Bubutan. “Nanti pedagang akan direlokasi di RTM Koblen,” ujar dia. Namun untuk saat ini, lanjut Piter, pedagang masih berjualan di Jalan Tembok Dukuh dan Jalan Kalibutuh lantaran tempat rekolasi masih dilakukan pembenahan. "Nanti pedagang kita arahkan segera pindah. Nanti setelah tempatnya (eks penjara Koblen, red) siap, mereka akan kami relokasi dan menyosialisasikan rencana ini,” papar Piter. Soal batas akhir waktu berjualan, Piter mengakui bahwa PKL tersebut tidak mengindahkan peringatan. Namun, petugas melakukan tindakan tegas kepada PKL yang mokong tersebut. “Seharusnya kan sesuai ketentuan. Tapi mereka masih molor. Kami tiap hari menghalau dan petugas ikut serta membersihkan sampah dari aktivitas PKL,” imbuh Piter. Seorang PKL, Siti (34) mengungkapkan, tidak bisa tenang berjualan karena selalu ada operasi yang dilakukan satpol PP. "Ya merasa was-was. Gimana lagi wong orang jualan untuk mencari nafkah bagi keluarga," ungkap Siti. Menurut data, PKL yang berjualan ini kebanyakan warga luar kota, seperti Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya. Sedangkan warga yang ber KTP di sana hanya 21 orang. (alf/dhi)
Picu Kemacetan, Pasar Tumpah Tembok Dukuh Dibiarkan
Selasa 03-12-2019,10:22 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 13-09-2026,14:56 WIB
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 135 Orang Masih Dicari, 1 Meninggal Dunia
Minggu 13-09-2026,12:22 WIB
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, SAR Surabaya Kerahkan Kapal dan Helikopter
Minggu 13-09-2026,09:54 WIB
Peringati HUT Ke-71 Lantas, Satlantas Polres Tulungagung Bikin Warga Bisa Coba Dulu Ujian SIM di CFD
Minggu 13-09-2026,12:27 WIB
Incar Kemenangan Perdana di GBT, Persebaya Waspadai Kualitas PSIM Yogyakarta
Minggu 13-09-2026,12:04 WIB
Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Audit Kinerja BUMD
Terkini
Senin 14-09-2026,01:21 WIB
Valhalla Spectaclub Surabaya Bantah Penggerebekan, Tegaskan Zero Tolerance Narkoba
Senin 14-09-2026,00:31 WIB
Hadapi Perubahan Cuaca, Dinkes Surabaya Pastikan Faskes Tetap Siap
Minggu 13-09-2026,23:31 WIB
Prabowo Ungkap Transformasi Pangan RI di KTT BRICS, Dari Pengimpor Jadi Pengekspor
Minggu 13-09-2026,23:27 WIB
IAPVC Ke-35 di TSI Prigen Tekankan Pesan Konservasi Satwa
Minggu 13-09-2026,21:24 WIB