Harlah Kejaksaan RI
iklan ulta memorandum

IAPVC Ke-35 di TSI Prigen Tekankan Pesan Konservasi Satwa

IAPVC Ke-35 di TSI Prigen Tekankan Pesan Konservasi Satwa

Salah satu peserta IAPVC fokus dengan burung kakatua.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – International Animal Photo Video Contest (IAPVC) ke-35 di Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen, Kabupaten Pasuruan, menjadi sarana untuk menyampaikan pesan konservasi satwa kepada masyarakat melalui karya visual, Sabtu 12 September 2026.

Penekanan tersebut mengemuka dalam roadshow IAPVC ke-35 yang digelar di TSI Prigen. Presiden Direktur TSI Aswin Sumampau mengatakan, penyelenggara tidak mematok jenis satwa tertentu yang harus dieksplorasi peserta.

BACA JUGA:Libur Lebaran di Pasuruan, Arus Wisata Taman Safari Prigen Masih Landai dan Terkendali

Penilaian utama dipusatkan pada kekuatan pesan pelestarian yang disampaikan melalui karya foto dan video.

"Dalam IAPVC ini target hewan tidak ada, tapi yang kita lihat adalah pesan konservasinya," ujar Aswin Sumampau.


Mini kidi--

Pada perhelatan sebelumnya, ajang tersebut menarik sekitar 9.000 peserta dengan total 18.000 hingga 19.000 karya foto dan video.

Memasuki usia ke-35 sebagai kompetisi foto tertua di Indonesia, manajemen optimistis partisipasi tahun ini meningkat sehingga pesan edukasi kepada masyarakat mengenai konservasi satwa semakin luas.

Konservasi merupakan salah satu pilar utama operasional TSI mengingat banyaknya satwa endemik Nusantara yang memerlukan perhatian intensif.

BACA JUGA:Target PAD Wisata Pasuruan 2025 Naik, Banyubiru Jadi Kunci Peningkatan 200 Persen

Di TSI Prigen saja, lebih dari 70 spesies burung masuk dalam program konservasi, di samping perlindungan khusus bagi trenggiling. Upaya tersebut juga diperluas melalui penyelamatan badak, elang Jawa, komodo, hingga gajah Sumatera.

Menanggapi tantangan lingkungan seperti kebakaran hutan di kaki Gunung Arjuno, Aswin menegaskan pihaknya proaktif mengerahkan sumber daya untuk membantu penanggulangan.

Ia memastikan seluruh satwa di area konservasi TSI Prigen berada dalam kondisi aman.

Founder TSI Jansen Manansang menambahkan, kerangka konservasi berpijak pada perlindungan, pelestarian, serta pemanfaatan untuk pendidikan dan penelitian.

Sumber: