Surabaya, Memorandum.co.id - Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang mahasiswa universitas Politeknik Pelayaran Surabaya tewas diduga dianiaya. Isa Ansori, Pemerhati Pendidikan, mengecam kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. "Kabar duka mencoreng dunia pendidikan kita, pendidikan yang seharusnya menjadi tempat berinteraksi dan mengasah kemampuan bersinergi dan berkolaborasi ternyata dinoadai dengan kasus kekerasan," kata Isa kepada Memorandum, Senin (6/2/2023 Kendati demikian, praktek negatif tersebut biasanya masih terjadi bahkan terulang di kalangan masyarakat primitif. "Kekerasan itu sendiri adalah praktek bar bar yang hanya terjadi pada masyarakat primitif dan belum beradab," imbuhnya. Oleh karena itu, lanjut Isa, gar lebih jelas ada baiknya pihak kampus dimana korban belajar memberikan penjelasan yang jelas. "Sehingga tidak menimbulkan praduga yang berujung pada ketidakpercayaan masyarakat," tegasnya. Sedangkan pihaknya juga mengharap kepada kepolisian agar bisa segera bisa mengungkap motif dan penyebab kejadian. "sehingga ini akan memunculkan kembali kepercayaan masyarakat," pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, Mochamad Yani meradang. Impian untuk melihat anaknya, Rio, lulus dari universitas Politeknik Pelayaran Surabaya pupus usai mendapatkan kabar jika putranya tersebut tewas dengan sejumlah luka di tubuh. Yani menduga, anaknya korban penganiayaan. Untuk memastikan kematian anaknya itu, Yani melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Gununganyar. Yani datang dengan membawa sejumlah alat bukti. Termasuk foto kondisi korban yang bersimbah darah. "Tadi malam mendapat kabar anak saya meninggal itu jam 10 lebih 48 (22.48). Saya dikabari dokter, kalau anak saya sudah meninggal di rumah sakit (RS) Sukolilo Surabaya," kata Yani ditemui usai melapor di Polsek Gununganyar, Senin (6/2)pagi. Mendapat kabar itu, Yani sontak berangkat mendatangi rumah sakit tempat anaknya sebelumnya dirawat. Setiba di rumah sakit, Yani kaget melihat kondisi korban. Selain darah di hidung, Yani melihat banyak luka memar lain di tubuh korban. "Saya duga, dugaan saya, praduga saya. Mungkin ada penganiayaan ya. Bibirnya bengkak, hidung kanan bengkak. Dahi di kanan kiri sini itu memar, pipi, leher sama dada ini memar gosong-gosong. Mulut itu mengeluarkan darah," imbuh Yani. Sedangkan informasi yang Yani terima saat pertama kali anaknya masuk rumah sakit, hanya terpeleset di kamar mandi. "Kalau penuturan pembina, terpeleset di kamar mandi. Kan tidak mungkin. Makanya saya laporkan sekarang," tandas Yani. Sementara itu, Kapolsek Gununganyar Iptu Roni Ismullah membenarkan jika pihaknya menerima laporan penganiayaan terhadap korban. Saat ini, kasus itu dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya. "Benar, sudah kami terima laporan. Dugaan kasus penganiayaan. Namun sudah kami limpahkan ke Polrestabes," kata Roni.(alf)
Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Dikecam
Senin 06-02-2023,18:55 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-07-2026,14:36 WIB
Sidang Ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (8): Para Saksi Kompak Bantah Maidi Pernah Minta Fee atau Uang Proyek
Rabu 22-07-2026,20:16 WIB
Lima 'Pasti' Tips dari Kemenhaj Surabaya agar Jemaah Terhindar Travel Haji dan Umrah Abal-Abal
Rabu 22-07-2026,22:18 WIB
Sidang ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (9): JPU KPK Soroti Selisih Dana CSR TPA Winongo
Rabu 22-07-2026,13:59 WIB
Sidang Ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (7): Material Paving TPA Winongo Sudah Terpasang Tapi Belum Lunas
Rabu 22-07-2026,21:09 WIB
Bakkah Travel Tawarkan Diskon hingga DP Nol Rupiah di Umrah Haji Expo 2026
Terkini
Kamis 23-07-2026,12:06 WIB
Dream Tour Tawarkan Fasilitas Kereta Cepat dan Promo Diskon Umrah hingga Rp2 Juta
Kamis 23-07-2026,12:02 WIB
Ramaikan Pameran Haji Umrah Expo 2026, Peserta Live Dance Unjuk Penampilan di Hadapan Juri
Kamis 23-07-2026,11:41 WIB
Usai Kebakaran TPA Benowo, Pemkot Surabaya Perketat Pengamanan dan Siagakan Damkar
Kamis 23-07-2026,11:37 WIB
KPK Tetapkan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Jadi Tersangka, Pelayanan Dipastikan Tetap Normal
Kamis 23-07-2026,11:24 WIB