Surabaya, memorandum.co.id - Capaian hutan sosial di Jawa Timur sampai dengan tahun 2022 telah mencapai luasan 176.149,68 hektar. Hutan sosial Jatim ini menjadi yang terluas di Pulau Jawa dengan sebaran di 18 Kabupaten dan 1 Kota. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kebijakan perhutanan sosial adalah wujud komitmen Pemprov Jatim dalam memaksimalkan potensi hutan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena lewat kebijakan perhutanan sosial, masyarakat sekitar hutan diberikan legalitas dan akses untuk memanfaatkan kawasan hutan. Dengan kebijakan ini, ditegaskan Gubernur Khofifah, ada dua hal yang didapatkan. Yakni, masyarakat dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat, lalu juga dapat berkontribusi positif bagi kelestarian fungsi sumber daya hutan. "Hutan sosial terus kita maksimalkan. Karena dengan perhutanan sosial, masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang terdapat dalam kawasan hutan seperti hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, maupun memanfaatkan jasa lingkungannya," ujar Gubernur Khofifah, Jumat (20/1/2023). Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan bahwa capaian hutan sosial di Jatim yang tembus 176.149,68 hektar tersebut mendominasi perhutanan sosial di Pulau Jawa dengan persentase mencapai 53,15%. Sedangkan Jawa Tengah sebesar 27,28%, Jawa Barat sebesar 11,71%, Banten sebesar 7,39%, dan DI Yogyakarta sebesar 0,47%. “Di Jawa Timur, SK Perhutanan Sosial yang telah terbit sebanyak 347 unit SK atau 53,38% dari total capaian di Pulau Jawa,” urainya. Sedangkan Jawa Barat sebesar 20,46%, Jawa Tengah sebesar 14,00%, DI Yogyakarta sebesar 6,92%, dan Banten sebesar 5,23%. Luasan hutan sosial Jatim yang besar juga berseiring dengan jumlah petani penggarap kawasan hutan sosial. Sampai tahun 2022, jumlah petani penggarap hutan sosial Jatim mencapai 120.990 kepala keluarga atau 66,38% dari total capaian di Pulau Jawa. “Dari 347 kelompok yang telah memperoleh akses legal pemanfaatan hutan sosial di Jatim, telah terbentuk 765 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) atau sebesar 55,56% dari total KUPS di Pulau Jawa. Sedangkan nasional yang telah terbentuk 9.985 KUPS,” tandasnya. Ditegaskan Gubernur Khofifah, KUPS-KUPS ini merupakan start up yang perlu didukung dalam pengembangan usahanya untuk bisa berorientasi ekspor. Di Jawa Timur telah ada 2 KUPS yang berkelas KUPS Platina. Artinya, KUPS ini berorientasi ekspor atau sudah punya pasar internasional, yaitu KUPS Talas dan KUPS Pisang LMDH Wono Lestari di Lumajang. Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah telah memperoleh penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas dukungannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis perhutanan sosial. Ke depan, pemanfaatan kawasan hutan akan terus dimaksimalkan. Dengan harapan akan semakin menyejahterakan masyarakat dan semakin membuat hutan di Jatim semakin lestari. “Melalui perhutanan sosial yang dikelola dengan baik dan profesional akan bisa menggerakkan perekonomian daerah dan berkontribusi positif bagi kelestarian fungsi kawasan hutan itu sendiri. Masyarakat sejahtera, hutan lestari,” tuntas Khofifah. (bin)
Hingga 2022, Hutan Sosial Jatim Tembus 176.149,68 Hektar
Jumat 20-01-2023,14:49 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 20-05-2026,08:26 WIB
Dua Kali Menang Gugatan hingga Tingkat Kasasi, Korban Penggelapan Oknum ASN Jember Masih Gigit Jari
Rabu 20-05-2026,10:59 WIB
Peringatan Harkitnas ke-118, Paduan Suara UKDC Pukau Tamu Undangan di Gedung Negara Grahadi
Rabu 20-05-2026,15:26 WIB
Cemas Menanti Beasiswa Jember Cair, Antara Tagihan UKT dan Bayang-Bayang Gagal Ikut UAS
Rabu 20-05-2026,15:02 WIB
Jejak Masa Kecil Bung Karno Menguat di Ploso, DPRD Jombang Kawal Penetapan Titik Nol
Rabu 20-05-2026,07:02 WIB
Gandeng Night Teror dan Manasi Ride, favehotel Sidoarjo Jadi Titik Start Komunitas Motor Kustom
Terkini
Rabu 20-05-2026,20:30 WIB
Plt Wali Kota Heli Dorong Generasi Muda Kota Batu Kuasai Skill di Era Transformasi Kerja
Rabu 20-05-2026,20:24 WIB
Gercep Layanan 110, Polsek Ngawi Kota Amankan Pelaku Pengambil Makanan di Angkringan
Rabu 20-05-2026,20:18 WIB
Waspada, Curanmor Modus Lowongan Kerja Bukan Hanya Terjadi Sekali
Rabu 20-05-2026,20:12 WIB
Polisi Periksa Pengelola Wisata Menganti Gresik Buntut Bocah Tewas di Kolam Renang
Rabu 20-05-2026,20:07 WIB