Surabaya, memorandum.co.id - Abul Chair pimpin perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Abul Chair resmi memimpin BPKP Jatim menggantikan Alexander Rubi Satyoadi berdasarkan SK Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Nomor KP.01.03/KEP-523/K/SU/2022. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melantik Abul Chair BPKP Provinsi Jawa Timur, di Gedung Negara Grahadi. Gubernur Khofifah menyampaikan harapannya, Abul Chair mampu menahkodai BPKP Jatim yang memiliki fungsi pelayanan dan menjaga keberlangsungan fungsi pengawasan atas akuntabilitas keuangan dan pembangunan di Jawa Timur. Gubernur Khofifah juga mengatakan ketika BPKP mengambil peran pengawasan sejak di ranah perencanaan maka akan ada kebijakan yang lebih berdampak yang kemudian akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lebih luas. “Karena untuk mewujudkan birokrasi tematik dan demokrasi yang berdampak diperlukan kebijakan-kebijakan yang in line antara kebijakan di pusat dan di daerah,” tegas Khofifah. Gubernur Khofifah mengusulkan agar BPKP bisa melakukan pengawasan mulai dari tahapan perencanaan pembangunan baik di pusat maupun daerah. Menurutnya itu akan memberikan dampak yang sangat signifikan karena secara langsung BPKP mengetahui dan memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang saling terhubung mulai pusat sampai desa. "Jadi kalau misalnya ada pengawasan di sisi perencanaan saya rasa di masing-masing desk itu timnya diperkuat dan diperbanyak Insya Allah akan lebih signifikan," jelasnya. Lebih lanjut, Jatim sebagai provinsi lumbung pangan nasional, Gubernur Khofifah menyampaikan salah satu permasalahan yang dihadapi petani di daerah adalah bagaimana mampu lebih produktif dengan menghasilkan beras dengan kualitas premium. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi petani dengan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang memadai. "Kita ini kan punya problem pada penyediaan alsintan jadi mulai mesin harvester, kemudian dryer, kemudian RMU atau rice milling unit, andai ada dryer dan rice milling unit maka kualitas akan meningkat dari medium ke premium karena brokennya itu menjadi kecil. Artinya nilai tambah yang diterima.petani bisa lebih tinggi," ucapnya. Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP Salamat Simanullang menyampaikan bahwa pada tahun 2023 BPKP akan melakukan pengawasan pada tahan perencanaan. "Yang ditekankan di kita saat ini adalah supaya kami dari BPKB sebagai aparat pengawasan internal pemerintah yang akan membantu ibu Gubernur nantinya mengawal Efisiensi dan efektivitas penggunaan anggarannya," kata salamat simanullang. Bertindak sebagai saksi pada pelantikan Kalan BPKP Jatim kali ini Kalan BPKP Prov. DKI Jakarta Alexander Rubi Satyoadi dan Inspektur Prov. Jatim Helmy Perdana Putera. (day)
Abul Chair Pimpin BPKP Jatim
Sabtu 14-01-2023,12:26 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 03-03-2026,11:09 WIB
Gempuran Gepeng Jelang Lebaran, Sosiolog: Jadi Tradisi dan Pekerjaan Musiman
Selasa 03-03-2026,12:19 WIB
10 Alasan Mengapa Masyarakat Tak Peduli Travel Umrah Resmi
Selasa 03-03-2026,16:44 WIB
Ngaku Wartawan Peras Kades, Pria Madiun Disergap Polisi
Selasa 03-03-2026,15:55 WIB
Ramadan Berkah di Unesa! Ribuan Porsi Takjil Gratis Dibagikan Setiap Hari untuk Mahasiswa dan Masyarakat Umum
Selasa 03-03-2026,12:52 WIB
Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolres Gresik Hadiri Safari Ramadan bersama Forkopimda di Driyorejo
Terkini
Rabu 04-03-2026,10:18 WIB
Polres Kediri Kota Bersama HDCI dan Bhayangkari Bagikan 1.000 Takjil dan 400 Paket Sembako
Rabu 04-03-2026,09:56 WIB
Obati Rindu di Lapas Tulungagung, Warga Binaan Buka Puasa Bareng Keluarga
Rabu 04-03-2026,09:48 WIB
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Tinjau Langsung Pengamanan Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong
Rabu 04-03-2026,09:34 WIB
Cerita Wiekalyana Sotya Perdana, dari Modelling ke Konten Kreator hingga Bisnis Laundry
Rabu 04-03-2026,09:16 WIB