Tulungagung, Memorandum.co.id - Beberapa hari lalu, polisi mengungkap kasus persetubuhan sesama jenis dengan korban anak-anak. Pelaku bernama Muanam (47), pemilik toko elektronik dan warung angkringan di pasar Boyolangu, Tulungagung. Hingga kini, garis polisi masih terpasang di pintu toko elektronik milik pelaku. Selama proses pengungkapan kasus ini, Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung dilibatkan oleh pihak kepolisian untuk mendampingi para korban. Koordinator ULT PSAI Tulungagung Sunarto mengatakan, sejak pertama kali polisi akan mengungkap kasus ini, pihaknya sudah dilibatkan. Ke 6 korban merupakan warga Tulungagung yang masih bersekolah setingkat SMA. Namun sebagian adalah anak putus sekolah “Ada 6 korban yang kita dampingi. Sejak awal pendalaman sampai pengungkapan, dan proses BAP nya di Polda Jatim,” ucapnya, Rabu (27/11). Sunarto mengungkap, para korban kenal dengan pelaku karena acapkali nongkrong di warung kopi milik pelaku untuk berburu wifi gratis hingga larut malam, bahkan dini hari. [penci_ads id="penci_ads_3"] Menurutnya, setiap kali berhubungan dengan pelaku, korban selalu mendapatkan iming-iming imbalan berupa uang dan barang. Nominal uangnya pun beragam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Kendati setiap berhubungan selalu mendapatkan uang dan barang, Sunarto menyimpulkan para korban bukan berasal dari keluarga yang kekurangan, bahkan mereka berkecukupan. “Korban bukan dari keluarga tidak mampu. Soalnya dapat uang sakunya saja sehari untuk sekolah Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Ini kan cukup besar,” ujarnya. Masih menurut Sunarto, ada beberapa faktor yang menyebabkan korban bisa terlibat dalam hubungan ini. Dan itu bukan selalu karena masalah seksual.[penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="left" withids="" displayby="tag" orderby="rand"] Gaya hidup anak muda jaman sekarang yang ingin mendapatkan uang dengan berbagai cara, dan buruknya hubungan korban dengan orang tuanya menjadi salah satu penyebabnya. Meskipun kedua orangtuanya selalu ada di rumah dan tidak bekerja ke luar negeri, namun minimnya pengetahuan orangtua akan aktifitas anak di luar rumah dituding juga menjadi penyebab. “Saya melihatnya karena hubungan orangtua dan anaknya ini tidak sinkron. Mereka tidak saling jujur dan tidak diperhatikan,” tuturnya. Sunarto menambahkan, pihaknya memberikan pendampingan kepada korban sejak pertama kali mereka dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, hingga pasca proses penangkapan. Termasuk nanti ketika mengikuti proses persidangan sebagai saksi. “Kita juga akan berikan pendampingan setelah proses pemeriksaan, kita berikan pemahaman dan pendampingan, sampai nanti proses di pengadilan sebagai saksi,” pungkasnya. (fir/mad/rif)
PSAI Dampingi 6 Korban Pedofilia
Kamis 28-11-2019,06:52 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 31-03-2026,20:03 WIB
Tingkatkan Akurasi Bansos, Mensos Gus Ipul Ajak Pemkab Gresik Perbarui DTSEN Secara Faktual
Rabu 01-04-2026,00:01 WIB
Transformasi Budaya Kerja dan Hemat Energi, ASN WFH Setiap Jumat Mulai April
Rabu 01-04-2026,06:36 WIB
Karyawan Potong Rambut di Lidah Kulon Surabaya Dianiaya OTK, Bibir Robek
Rabu 01-04-2026,00:11 WIB
Resmi, Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April 2026 Tetap Stabil
Rabu 01-04-2026,00:04 WIB
Layanan Publik dan Sektor Strategis Tetap Berjalan, Dikecualikan dari WFH Jumat
Terkini
Rabu 01-04-2026,19:43 WIB
Kapolsek Kenjeran Tegaskan Pelaku Penjambretan di Jalan Platuk Hanya Satu
Rabu 01-04-2026,19:37 WIB
Kantongi Izin Kepolisian, Laga Persik Kediri vs Persijap Jepara Bakal Digelar di Stadion Brawijaya
Rabu 01-04-2026,19:33 WIB
Polres Kediri Amankan Peracik Mercon Penyebab Ledakan Malam Takbir
Rabu 01-04-2026,19:17 WIB
Transparan dan Terukur, Begini Proses Faskes Jadi Mitra BPJS Kesehatan
Rabu 01-04-2026,18:55 WIB