Menurut Udin, sejak SMP memang tampak sekali Untung memendam rasa sayang kepada Muniah. Segala perilakunya selalu ingin melindungi gadis bertubuh lumayan subur itu. Ada peristiwa lucu semasa mereka baru kali pertama menginjakkan kaki di SMP. Waktu itu Udin datang bersamaan dengan Untung karena rumah mereka memang amat dekat. Keduanya duduk-duduk di bawah pohon trembesi yang di halaman sekolah. Saat asyik-asyiknya bergurau, mendadak muncul seorang gadis kecil dengan rambut dikepang dua. Anaknya manis dan menggemaskan. Muniah. Saat sedang melangkah, mak bruk. Muniah tersungkur tersandung batu sebesar kepalan Mike Tyson. Tasnya jatuh, isinya berhamburan. Melihat kejadian itu, spontan Udin dan Untung bergegas menolong Muniah. Celakanya, saking bersemangatnya, kepala Udin berbenturan keras dengan kepala Untung. Mak des… pres! Keduanya pingsan. Guru-guru yang sedang berkumpul di ruangan berhamburan keluar untuk menolong mereka. Muniah malah ditinggal begitu saja, sampai beberapa anak, antara lain Linda, Nurhayati, Amanah, dan Nursiam membantu bocah asal Samarinda itu. Begitu siuman dari pingsan di ruang UKS, Udin dan Untung bukannya mengeluhkan sakit kepala akibat tabrakan tadi. Mereka justru saling pandang dan tertawa terbahak-bahak. “Aku tertawa karena melihat pelipis Untung mbendol sebesar bakpao,” kata Udin, yang tidak menyadari bahwa saat itu keningnya juga abuh sebesar bola pingpong. Itulah rupanya yang ditertawakan Untung. Klop. Kata Udin, kentara sekali Untung sangat menyayangi Muniah. Makanya siapa pun jangan sekali-sekali menggoda Muniah di depan Untung. Badannya yang kekar akan langsung ditempelkan di wajahmu. Bau keringatnya yang asin-asin kecut akan menyesakkan napasmu. Udin pernah iseng-iseng mengambil dan menyembuyikan pensil Muniah dari kotaknya yang lucu bergambar Rina Nose nyengir. Ketika gadis itu menceritakan kehilangan kepada Untung, anak yang jago bahasa Inggris itu seharian turut mencari di mana pensil Muniah. Untung sampai mengancam, barang siapa ketahuan menyembunyikan pensil Muniah, jari-jemarinya akan dipatah-patahkan menjadi 14 bagian. “Jujur aku takut Pakde. Sampai pulang sekolah aku tidak berani mengaku. Bahkan sampai sekarang,” kata Udin, yang lantas menjelaskan bahwa pensil itu dia sembunyikan di ventilasi kamar mandi. Ditambahkan Udin, tidak berebihan kalau Untung sampai mati-matian membela Muniah. Sebab, Muniah anaknya memang baik. Dia selalu berbagi bila memiliki sesuatu. Ringan tangan dan wajahnya tidak pernah sekali pun cemberut. Suatu hari ada kejadian heroik. Untung yang datang ke sekolah agak terlambat berlari-lari kecil menyeberang jalan di depan sekolah. Dari arah kirinya tiba-tiba meluncur sepeda angin sangat kencang dan menabrak Untung. Anak itu terjatuh dan lengannya terluka. Berdarah. Mendadak Muniah menerobos gerombolan anak-anak yang bersiap-siap hendak mengikuti upacara bendera. Dia berlari sambil membuka bajunya untuk dipakai membungkus luka Untung. (jos, bersambung)
Cinta Kasih Suci Sahabat yang Sempat Diwariskan (2)
Rabu 21-12-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-04-2026,15:37 WIB
Pengacara Terdakwa Pelindo Ajukan Eksepsi, Singgung Pasal UU Tipikor Lama dan KUHP Baru
Rabu 01-04-2026,13:42 WIB
Pemugaran Sayap Barat Grahadi Tampilkan Sejarah 1810, Gunakan Material Khusus dari Jerman
Rabu 01-04-2026,11:20 WIB
Cabut SE WFH ASN Hari Rabu, Tidak Sinkron dengan Pemerintah Pusat
Rabu 01-04-2026,22:45 WIB
Lahan Limbah Kayu di Kebomas Gresik Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Tanpa Pengawasan
Terkini
Kamis 02-04-2026,10:35 WIB
Gestur Bangga Prabowo saat Menyalami Sugianto yang Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Kamis 02-04-2026,10:10 WIB
Momen Presiden Prabowo Bertemu Carmen Hearts2Hearts, Kompak Lakukan Simbol Jari Hati
Kamis 02-04-2026,09:47 WIB
Kapolres Nganjuk Gandeng Perguruan Silat Perkuat Sinergitas dan Jaga Kondusivitas Wilayah
Kamis 02-04-2026,09:17 WIB
Gempa M 7,6 Guncang Bitung: BMKG Terbitkan Peringatan Dini Tsunami, Status Siaga dan Waspada di 10 Wilayah
Kamis 02-04-2026,09:03 WIB