Surabaya, memorandum.co.id - Aksi kekerasan yang dilakukan gerombolan remaja di pos jaga Pakuwon City, Kenjeran, Sabtu (26/11) malam, menambah daftar panjang terkait kasus kejahatan jalanan di Surabaya. Mereka bahkan tak segan membacok siapa saja yang ditemui di jalan. Pakar Hukum Pidana dari Unair Riza Alifianto Kurniawan mengatakan bahwa pencegahan tawuran harus dilakukan berkelanjutan. "Berkelanjutan dalam arti apa? Kalau memang dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya aktifitas yang menjurus ke arah geng yang menyimpang itu harus dilakukan penindakan dan dibina secara berkelanjutan," kata Riza. Menuurtnya pencegahan dan pengawasan itu harus dilakukan secara berkelanjutan tidak bisa hanya sifatnya temporal kalau ada kasus atau kejadian pada hari itu saja , namun seharunnya sejak sebelum terjadinya tindakan yang menyimpang itu harus sudah mulai secara berkelanjutan. "Dan menang ini semua butuh kerja sama, antara maskarakat, aparat pemerintahan, aparat penegak hukum. Karena yang mempunyai kewenangan untuk menindak dan melakukam tindakan tegas itu apakat penegak hukum. Tapi aparat penegak hukum juga membutuhkan informasi, apakah ada kelompok geng yang melakukan pelanggaran hukum harus mulai diberantas dan dicegah," katanya. Bahkan beberapa kasus sudah dapat dipetakan bahwa kelompok remaja akan melakukan taruwan. Seharusnya interverensi dari aparat penegak hukum diperlukan. "Karena ada data intelejen bahwa mereka sering melakukan aksi, modusnya sudah dapat dipetakan seharusnya kan lebih mudah pencegahannya,"tegas Riza. Tidak jarang aksi tawuran tersebut sebelum dan sesudah diunggah di media sosial grup mereka. Tentu hal tersebut sudah sangat miris. "Saya rasa polisi memiliki punya strategi terkait dengan penegakan hukum. Tapi diperlukan tindakan tegas pencegahan. Kalau aksinya sampai mempublikasikan lewat media sosial kan bis diintervenasi. Makannya aparat yang memiliki kewenangan jangan ragu kalau dari modus yang sudah berlangsung, trus juga ada kecenderungan pengulangan aksi yang sama ya memang harus ditindak," paparnya. Pihaknya berharap polisi tidak membiarkan aksi mereka yang sangat meresahkan. Jika polisi tidak ada ketegasan yang rugi masyarakat. "Semisal terjadi kerugian secara materiil, bahkan kalau terjadi korban jiwa siapa yang disalahkan? Kalau memang aparat penegak hukum sudah mengetahui, sudah mengidentifikasi adanya dugaan tindak kekerasan. Kenapa tidak dilakukan pencegahan, si aparat juga yang salah kalau tidak melakukan penegakan hukum dan terkesan melakukan pembiaran," imbuhnya. Selain melakukan pencegahan, juga perlu dilakukan aksi kolaboratif hingga turun ke kampung kampung melakukan pencegahan. "Selain tugas kepolisian, harus didukung aparat pemerintahan kelurahan, kecamatan. Harus kolaboratif," imbuhnya. Terlebih menurut Riza pendidikan karakter sangat diperlukan. "Pendidikan karakter secara formal ada di lembaga pendidikan, mulai pendidikan budi pekerti, kewarganegaraan, pendidikan moral Pancasila, pendidikan keagamaan itu kan menjadi mata pelajaran yang ada di sekolah," ungkapnya. Tapi yanh lebih penting lagi pendidikan karakter itu ada di masyarakat, khususnya sejak dari lingkungan keluarga. Karena orang tua atau keluarga dari tingkat paling kecil ini juga termasuk kelompok sosial paling kecil di masyarakat itu interaksinya dengan anak di bawah umur lebih intensif. Sehingga kalau dapat dicegah dari keluarga, pengaruh menyimpang dari luar bisa dapat dibatasi. "Peran orang tua tidak bisa dilepaskan. Kalau kelompok geng itu anggotanya di bawah umur berarti mereka ini kan ada pengawasan orang tua. Orang tua masih punya kewajiban untuk mendidik, mengawasi sampai anak ini usia dewasa," jelasnya. (alf)
Pakar: Pencegahan Tawuran Harus Berkelanjutan
Minggu 27-11-2022,18:29 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 28-12-2025,16:03 WIB
AJB Milik Samuel Tercatat di Notaris Usai Usir dan Rusak Rumah Nenek 80 Tahun
Minggu 28-12-2025,16:11 WIB
Jejak Bandit Lintas Kota Terhenti di Kedung Cowek Surabaya
Minggu 28-12-2025,15:20 WIB
Babak Baru Kasus Lansia Sambikerep Diusir Puluhan OTK, Polda Jatim Mulai Periksa Nenek Elina
Minggu 28-12-2025,20:08 WIB
Dalami Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina, Polisi Janji Bekerja Sesuai Prosedur dan Profesional
Minggu 28-12-2025,17:53 WIB
Persebaya Akhiri Tren Buruk Usai Hajar Persijap Jepara 4-0
Terkini
Senin 29-12-2025,13:11 WIB
Suntik Semangat di Garis Depan, Bhayangkari Ranting Mulyorejo Kunjungi Pos Pam Nataru 2026
Senin 29-12-2025,13:07 WIB
Perbaiki Lift Kemenkes Malah Curi Plat Tembaga Penangkal Petir, Ujungnya Dibui 18 Bulan
Senin 29-12-2025,13:02 WIB
Komersialisasi Beras Sintanur Lembah Raung Diharap Beri Nilai Tambah Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
Senin 29-12-2025,12:57 WIB
Tragis! Jenazah Bayi Perempuan Ditemukan Tersangkut di Pintu Intake Dam Rowotamtu Jember
Senin 29-12-2025,12:54 WIB