Gus Fawait Surabaya, memorandum.co.id - Masih banyaknya kemiskinan di wilayah tapal kuda harusnya menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Karena itu, mengawal persoalan kemiskinan, Pemprov Jatim bisa melibatkan majelis taklim di Tapal Kuda. Khususnya pengajian ibu-ibu bisa dijadikan mitra strategis pemprov atau OPD terkait. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Gus Fawait mengungkapkan, Pemprov Jatim harus melakukan terobosan atau berpikir secara out of the box untuk menekan angka kemiskinan di daerah pedesaan, khususnya tapal kuda. “Pemprov bisa merangkul majelis taklim, majelis sholawat, mau pun majelis zikir untuk menekan angka kemiskinan,” terang Gus Fawait. Bendahara Gerindra Jatim ini menilai masifnya kegiatan majelis taklim di wilayah tapal kuda, khususnya pengajian ibu-ibu siap menjadi mitra strategis. “Setelah kami keliling Tapal Kuda untuk melaksanakan apel sholawat kebangsaan, kami melihat ada potensi majelis taklim yang bisa dirangkul pemprov untuk menekan angka kemiskinan,” katanya. Gus Fawait menjelaskan, persoalan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab gubernur atau bupati. Karena itu harus dicari solusi yang cerdas. Salah satunya, ia berharap pemprov bisa melakukan pembinaan usaha atau pelatihan UMKM lewat majelis taklim. Dengan begitu, para ibu-ibu tersebut bisa menjadi produktif. Fawait melanjutkan, dengan melakukan pelatihan usaha tersebut, para ibu bisa mendapatkan penghasilan tambahan rumah tangga tanpa meninggalkan rumah. Sebab, tugas utama para ibu itu adalah mengasuh dan mendidik anak. “Dengan adanya pelatihan usaha tersebut, paling tidak para ibu bisa memiliki penghasilan sendiri, di luar penghasil suami. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan keluarga pun semakin meningkat,” ujar Bendahara GP Ansor Jatim ini. Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) itu mengungkapkan, peran majelis taklim ibu-ibu sangat strategis. Sebab, pemerintah tak perlu susah payah mengumpulkan massa, karena mereka punya jadwal rutin pengajian. Pasca pengajian, bisa diisi dengan program pelatihan usaha berbasis UMKM. Pemerintah bisa mengoptimalkan potensi di wilayah tersebut untuk dikemas menjadi produk UMKM. “Kalau di Jember bisa mengoptimalkan potensi edamame, dengan menghasilkan produk olahannya. Atau di daerah lain dengan mengoptimalkan bahan baku yang ada, seperti singkong, pisang, kedelai dan jeruk yang banyak terdapat di tapal kuda,” pungkas Gus Fawait. (day)
Fraksi Gerindra: Perhatikan Kemiskinan di Tapal Kuda
Minggu 27-11-2022,13:47 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,02:12 WIB
Pemkot Pasuruan Ikuti Rapat Paripurna II DPRD, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Tiga Raperda
Selasa 13-10-2026,22:36 WIB
Penerimaan Pajak Kendaraan di Kota Madiun Tembus 79 Persen
Rabu 14-10-2026,13:05 WIB
Mutasi 19 Anggota Polda Jatim, Kombespol Rofiq Ripto Himawan Jabat Dirreskrimsus
Selasa 13-10-2026,21:58 WIB
Viral Dugaan Pelecehan Mahasiswa FH UPN Jatim, Kampus Panggil Dosen
Rabu 14-10-2026,04:08 WIB
Ahmad Labib Bakar Jiwa Nasionalisme Emak-Emak Lamongan
Terkini
Rabu 14-10-2026,21:43 WIB
Polresta Tuban Ungkap 13 Kasus Narkoba, Sita 105 Gram Sabu dan 478 Pil LL
Rabu 14-10-2026,21:33 WIB
Presiden Prabowo Pertegas Komitmen Tangani Karhutla: Ini Prioritas!
Rabu 14-10-2026,21:24 WIB
56 Bangunan Berdiri di Atas Sungai, Kecamatan Wonokromo Lakukan Pendekatan Humanis Upaya Penertiban
Rabu 14-10-2026,21:18 WIB
DPRD Lamongan Sidak 5 Pabrik Dolomit Paciran, Warga Keluhkan Polusi Debu
Rabu 14-10-2026,21:04 WIB