Surabaya, memorandum.co.id - Rencana penerapan sertifikasi perkawinan bagi para calon pengantin baru penting untuk mengurangi angka perceraian di Indonesia. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jatim Kohar Hari Santoso. Menurut Kohar, sertifikasi perkawinan yang rencananya akan dicanangkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi mulai 2020 untuk memberdayakan calon pengantin agar lebih siap dalam mengarungi bahtera rumah tangga. “Sertifikasi ini maksudnya untuk memberdayakan mereka yang menikah secara fisik dan psikologis. Misal hamil, nanti tahu apa yang harus dilakukan,” ujar dia. Selain itu, lanjut Kohar, sertifikasi perkawinan penting agar para calon pengantin nanti tahu bagaimana pola mendidik anak dan cara berkomunikasi dengan pasangan masing-masing. “Tentu hal ini akan mengurangi angka perceraian, angka gizi buruk, dan kenakalan remaja,”ujar Kohar. Dia menegaskan, dalam sertifikasi perkawinan bagi para calon pengantin, hal terpenting bukanlah lulus atau tidak.“Bukan masalah lulus atau tidak serfifikasi, tapi agar paham caranya menjaga dan membina anak,”ucap dia. Sebelumnya, kata Kohar, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan program sertifikasi perkawinan ini baru akan dimulai tahun 2020. " Kemenko PMK juga akan menggandeng Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan program ini. Kementerian Kesehatan akan menjadi pihak yang memberi informasi soal kesehatan dan penyakit seputar orang tua dan keluarga. Sedangkan Kementerian Agama berkaitan dengan urusan pernikahan,” pungkas Kohar.(why (lebih…)
Sertifikasi Perkawinan Kurangi Angka Perceraian
Sabtu 23-11-2019,05:53 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 23-03-2026,15:04 WIB
Apes! Gasak Motor di Ngagelrejo, Dua Bandit Curanmor Surabaya Babak Belur Dihajar Massa
Senin 23-03-2026,16:47 WIB
Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Hadapi Saint Kitts and Nevis di SUGBK
Senin 23-03-2026,16:09 WIB
Alihkan Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, GMPK Kecam KPK
Senin 23-03-2026,15:28 WIB
Percepat Akses Pendidikan Inklusif, Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Modern dengan Asrama Gratis
Senin 23-03-2026,22:32 WIB
Arus Balik Malang Raya Mulai Meningkat, KAI Prediksi Puncak Kepadatan Terjadi 24 Maret 2026
Terkini
Selasa 24-03-2026,12:01 WIB
Haji 2026 Tetap Berangkat 22 April, Menteri Irfan Pastikan Tak Terpengaruh Konflik Timur Tengah
Selasa 24-03-2026,11:54 WIB
Gugatan Rp 15 Miliar Seret BCA dan BPN Surabaya ke Pengadilan, Lelang Hak Tanggungan Digugat Tak Sah
Selasa 24-03-2026,11:46 WIB
Ratusan Perantau Diberangkatkan dari Surabaya, Program Balik Kerja BPKH Diserbu Peminat
Selasa 24-03-2026,11:36 WIB
Bao Minh Confectionary Ajukan Gugatan Wanprestasi Terhadap PT Orderplizz Indonesia Maju
Selasa 24-03-2026,11:26 WIB