Jember, memorandum.co.id - Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Jember menangkap Azar Jama Firdaus (38) karena memelihara satwa endemik Papua yaitu dua ekor burung cenderawasih jenis kuning (paradisaea minor). Pria asal warga Dusun Krajan II Desa Padomasan, Kecamatan Jombang, Jember, memelihara burung dilindungi itu tanpa adanya izin penangkaran dari pihak berwenang Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA). Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hardiyan Wiratama didampingi Kanit Tipiter Satreskrim Polres Jember Ipda Adi Atmaja Mahardika mengatakan, pengungkapan adanya dua ekor burung cenderawasih yang diamankan dari rumah warga karena tidak memiliki izin penangkaran resmi. “Kami mendapatkan adanya informasi dari warga bahwa ada sepasang burung cenderawasih yang dipelihara oleh tersangka. Setelah kami lakukan penyelidikan, kami temukan pelaku tidak memiliki izin resmi penangkaran. Sedangkan burung tersebut dilindungi oleh undang-undang,” ujar Kasatreskrim Polres Jember, Rabu (16/11/2022) Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diakui bahwa dua ekor burung tersebut diperoleh dari transaksi gelap lewat pembelian secara online seharga tujuh juta lima ratus ribu rupiah. "Tersangka yang berinisial AJF (38) terbukti melanggar pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya alam Hayati dan Ekosistem. Ia terancam terancam pidana penjara 5 tahun atau denda Rp. 100 juta, " jelas AKP Dika Hardiyan Wiratama. Motif tersangka adalah ingin menangkar burung cenderawasih karena terdorong oleh obsesi dalam diri yang hobi memelihara unggas sebanyak-banyaknya. “Motif tersangka memelihara burung cenderawasih karena memang ingin memelihara unggas sebanyak mungkin dari berbagai jenis. Salah satunya sepasang burung cenderawasih jenis kuning kecil dan paradisaea minor,” jelasnya. Menurut kasatreskrim, burung ini masuk kategori satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, beserta beleid Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P. 20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Sementara Bagus Suseno petugas BKSDA Kabupaten Jember mengimbau pada masyarakat bilamana hendak transaksi hewan peliharaan, lebih berhati-hati atau konsultasi ke kantor BKSDA Kabupaten Jember, atau minta izin penangkaran. "Terlebih dahulu mengurus perizinan penangkaran dan bila mana sudah terlanjur transaksi harus diserahkan secara sukarela pada BKSDA. Bilamana sudah keluar perizinannya dimasukkan sebagai induk penangkaran," ucap Bagus Suseno. (edy
Pelihara Burung Cendrawasih, Warga Padomasan Ditangkap
Rabu 16-11-2022,19:18 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-11-2026,14:07 WIB
DPC FKPP Gresik Resmi Dikukuhkan, Wabup Alif Ajak Sinergi Permudah Perizinan Pesantren
Jumat 06-11-2026,10:52 WIB
Tak Hanya Berburu Sembako Murah, Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis di HUT ke-57 Memorandum
Jumat 06-11-2026,10:27 WIB
Diserbu Warga, Minyakita Jadi Primadona Gerakan Pangan Murah HUT ke-57 Memorandum
Jumat 06-11-2026,08:52 WIB
Borong Beras hingga Minyak Murah, Warga Berharap Bakti Sosial Memorandum Rutin Digelar
Jumat 06-11-2026,09:25 WIB
Kolaborasi dengan Bulog, SKH Memorandum Gelar Pasar Murah dalam Rangka HUT ke-57
Terkini
Sabtu 07-11-2026,07:29 WIB
Teater Digital dan Ilusi Nyali
Sabtu 07-11-2026,07:15 WIB
Satreskrim Polresta Malang Kota Bekuk Pelaku Curanmor, 3 Lainnya Masuk DPO
Sabtu 07-11-2026,06:56 WIB
Pak Yes Sulap TK Kartika Lamongan: Dari Beralas Karpet Jadi Kelas Modern
Sabtu 07-11-2026,06:24 WIB
Mitigasi Perubahan Iklim, Menteri PU Tekankan Penguatan Tata Kelola Bendungan Besar di Malang
Sabtu 07-11-2026,06:09 WIB