Batu, Memorandum.co.id - Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Batu, digelar Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Singhasari Hotel Kota Batu, Kamis (3/11/2022). Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya dan konvergensi untuk menurunkan stunting di Kota Batu. Ini menjadi salah satu bagian dari double burden malnutrition (DBM). Stunting memiliki dampak yang sangat merugikan bagi kesehatan maupun produktivitas ekonomi dalam jangka pendek maupun panjang. Itu disampaikan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat membuka ‘Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting Kota Batu Tahun 2022’. “Penanganan stunting merupakan tugas bersama yang sangat penting untuk dilakukan. Terutama, memberi legasi yang akan terus diingat generasi masa depan Kota Batu,” katanya. Punjul Santoso mengatakan Pemkot Batu telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan stunting di Kota Batu. Mulai dari membentuk tim penanganan stunting, tim audit kasus stunting dan tim percepatan penurunan stunting. Terkait intervensi, Pemkot Batu juga telah melakukan perbaikan gizi dalam sektor kesehatan melalui alokasi 30 persen. Sementara intervensi yang pengaruhnya sangat besar, yakni berasal dari kondisi lingkungan sekitar, intervensi pada ruang lingkup ini sebesar 70 persen. “Intervensi gizi telah dilakukan, diantaranya dengan memberikan makanan tambahan gizi untuk ibu dan balita,” ujarnya. Selain itu, dilakukan pemantauan di posyandu dan peningkatan layanan kesehatan untuk ibu dan anak. Intervensi dan pendampingan dilakukan pada pasangan yang sudah menikah, ibu hamil, paska melahirkan serta balita. “Keluarga berisiko stunting mendapatkan bansos untuk perbaikan gizi,” katanya. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan perlunya kerjasama dengan seluruh SKPD terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). “Jika perlu, kita datangkan tenaga ahli untuk memetakan alasan kenapa penurunan stunting pada 2 tahun ini tidak signifikan. Saya berharap angka stunting di Kota Batu bisa turun hingga dibawah 10%,” jelas Dewanti. Lokakarya ini diikuti oleh 600 orang dengan 492 kader yang tergabung di TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) desa/ kelurahan se Kota Batu, dengan narasumber Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Nyigit Wudi Amini SSos MSc. (nik/ari)
Wali Kota Batu Berharap Angka Stunting Turun Hingga di Bawah 10%
Jumat 04-11-2022,08:38 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 16-03-2026,11:26 WIB
Cek Harga Sembako Terbaru Jelang Lebaran 2026, Mulai dari Beras hingga Daging
Senin 16-03-2026,11:40 WIB
Edarkan Rokok Tanpa Cukai, Warga Wiyung Surabaya Rugikan Negara Ratusan Juta
Senin 16-03-2026,11:36 WIB
Warkop STK Surabaya, Ruang Tamu Publik Tempat Semua Orang Bertemu dan Berbagi Cerita
Senin 16-03-2026,12:23 WIB
Sambut Libur Lebaran, SPPG 3 Polres Madiun Bagikan 1.900 Paket Menu Spesial MBG
Senin 16-03-2026,18:26 WIB
Usai Terkena PHK, Mantan Pekerja Pabrik Tekstil Ini Temukan Harapan Baru di Dapur MBG
Terkini
Selasa 17-03-2026,06:54 WIB
Ledakan saat Tarawih di Masjid Raya Pesona Jember, Tim Jibom Brimob Sterilisasi Lokasi
Selasa 17-03-2026,06:37 WIB
Ledakan Misterius Hantam Masjid di Jember saat Tarawih, Jemaah Kocar-kacir!
Selasa 17-03-2026,06:00 WIB
Kolak, Energi Manis saat Berbuka Puasa
Senin 16-03-2026,23:00 WIB
Diguyur Hujan, ASN BKKBN Jatim Berbagi Takjil untuk Ratusan Pemudik di Terminal Bratang
Senin 16-03-2026,22:49 WIB