Surabaya, memorandum.co.id - Duka mendalam sangat dirasakan keluarga korban tawuran di sekitar Jembatan Suroboyo. Tak terkecuali bagi Eko, saudara kandung dari korban meninggal, Nova Rahmadani (19), warga Jalan Karanggayam. Atas kepergian adik kandung nomor 3 dari 4 bersaudara itu membuat Eko nestapa. Kabar tak mengenakkan itu disampaikan adik bungsunya. "Saya ditelepon dikabarkan bahwa adik saya meninggal," kata pria ini dengan nada lesu. Lantas Eko bersama adik kandung nomor dua yang sedang bekerja di luar kota itu bergegas pulang ke kediamannya. "Infonya kejadiannya dini hari. Jam 9 pagi baru dikabari. Lalu pulang pakai mobil dari Jogja ke Surabaya, teryata jenazah masih di kamar mayat rumah sakit dr Soetomo," ujarnya. Di ruang tunggu kamar mayat, wajah Eko terlihat muram dengan menahan kesedihan yang sangat mendalam. Air mata Eko pun menetes membasahi pipi, sambil diusap ia berbincang dengan seseorang dengan ponsel pintarnya itu. Karena tangis haru itu matanya juga terlihat sembap. Dalam kesempatan itu memorandum.co.id mengucapkan berbelasungkawa atas meninggalnya adik tercintanya itu. Memorandum.co.id juga berkesempatan wawancara dengannya. Duduk di kursi putih depan loket kamar mayat, Eko bercerita bahwa adiknya itu terlibat tawuran antar kelompok. Namun korban hanya diajak dan ikut ikutan saja. "Diajak teman temannya," ungkapnya. Ia tidak menyangka, Nova pergi begitu cepat meninggalkannya. Padahal adiknya tersebut dikenal sangat baik di kalangan keluarga. "Anaknya itu baik, kalau di rumah ya sopan sama orang tua dan keluarga," imbuhnya. Kemudian tidak lama anggota Polsek Kenjeran datang ke kamar mayat. Pada saat itu, petugas memberikan kesempatan pihak keluarga untuk melihat kondisi korban. Namun Eko tidak sanggup untuk melihat kondisi jenazah adiknya dan menyarankan adik keduanya saja untuk melihatnya. "Gak tega saya, kamu aja yang lihat," cakap Eko kepada adiknya. Sedangkan jenazah akan segera dimakamkan di tempat pemakaman di kampungnya. "Kalau sudah selesai pemeriksaannya di kamar mayat ini langsung dibawa pulang. Rencananya dimakamkan di permakaman setempat," imbuhnya. Sementara itu Bayu teman korban mengaku ia tidak mengetahui kejadian pastinya seperti apa. "Gak tua persisnya gimana. Kaget juga dapat kabar mendadak bahwa dia meninggal," ungkap dia. Bayu asal Kedinding Lor ini biasanya main di rumah korban. Ia tidak mengetahui bahwa korban terlibat tawuran. Karena pada saat kejadian ia sedang tidak bersama korban. "Nova baik anaknya. Jadi saya gak nyangka aja," ungkapnya. (alf)
Kakak Korban Tawuran: Nova Anaknya Baik
Minggu 23-10-2022,17:41 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 28-07-2026,11:31 WIB
Forkopimda Sidoarjo Siapkan Operasi Besar-besaran Tertibkan Toko Miras Ilegal dan Prostitusi Terselubung
Selasa 28-07-2026,07:13 WIB
BGN Gandeng Kejagung Sisir Mitra MBG Bermasalah, Sudaryono Tegaskan Tak Ada Toleransi
Selasa 28-07-2026,08:18 WIB
Tangani Kasus Proyek RSUD Parung, Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Diperiksa Kejagung
Selasa 28-07-2026,06:21 WIB
Jelang Muktamar ke-35 NU, Panitia Gelar Rakor Teknis Sterilisasi Lokasi dan Penjemputan Peserta
Selasa 28-07-2026,09:04 WIB
Fatwa MUI Jatim soal Vape Jadi Sorotan, DJ Windy Ingatkan Pentingnya Etika di Ruang Publik
Terkini
Selasa 28-07-2026,21:44 WIB
Korsleting Sulap Kandang di Gandusari Blitar Jadi Abu, 450 Ekor Ayam Mati Terpanggang
Selasa 28-07-2026,21:41 WIB
Bhabinkamtibmas Medokan Ayu Sosialisasikan Layanan Call Center 110 Tingkatkan Pelayanan Publik
Selasa 28-07-2026,21:39 WIB
Dinkes Situbondo Gandeng Masyarakat dan DPRD Tingkatkan Layanan Kesehatan Transparan
Selasa 28-07-2026,21:37 WIB
Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Aktif Usulkan Perbaikan Jalan Melalui Kanal Resmi
Selasa 28-07-2026,21:34 WIB