Suatu saat kami cangkrukan di warkop. Ada seorang cewek di sudut ruang. “Sori, aku tak mengalirkan arus lemahku ke hati seorang cewek,” katanya sambil berlari menuju cewek itu. Entah apa yang diomongkan Oyik terhadap cewek berjilbab (kala itu pemakai jilbab masih langka) tadi, yang jelas sejak itu dia nempel terus kepada Oyik. Bukan lagi kayak amplop dan perangko, melainkan kayak bibir dan lipstik. Yang mengagumkan, cewek tadi, sebut saja Marisa, berhasil dipersunting Oyik sebelum pemuda ini diwisuda sebagai sarjana. Pada masa-masa akhir kuliah, Oyik memang sudah bekerja di sebuah perusahaan advertising ternama di Surabaya. “Bukti pertama kekuatan arus lemah,” bisik Oyik ketika Memorandum menyalami uluxdia di kursi pelaminan vs Marisa. Setelah itu kami jarang bertemu. Sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan ketika Oyik diterima di sebuah BUMN, kabar baik itu hanya disampaikan lewat telepon. “Ini bukti lain kekuatan arus lemah, Jos. Setelah begitu mudah mendapatkan kerja di sela-sela perkuliahan, aku tidak harus lama menyandang gelar SPeng. Sarjana pengangguran. Tidak lebih dari empat bulan setelah wisuda, aku sudah diterima di BUMN. Keren kan?” kata dia, terkesan sombong tapi sebenarnya guyon. Tugas berat pertama Oyik setelah bekerja di BUMN adalah memasang jaringan internet di provinsi luar Jawa. Membutuhkan waktu yang tidak singkat dan harus dilakukan secepatnya. “Jujur saja aku membutuhkan support tambahan, Jos,” katanya pada bulan keenam setelah menyelesaikan pengerjaan di empat provinsi, dan kali ini adalah proyek di provinsi kelima. “Maksud Ente?” “Aku membutuhkan energi baru yang terbarukan, Seb. Memang sudah ada satu sumber daya di Surabaya, tapi itu masih kurang. Istilah gampangnya, aku butuh di-charge lagi. Charge yang betul-betul baru, gres, agar bisa menghasilkan power maksimal,” kata Oyik. Kali ini dengan nada serius. “Maksud Ente?” “Aduh!!!” “Kenapa mengaduh?” “Ah, sudahlah. Tunggu saja kabarnya nanti.” Enam bulan setelah itu tidak ada kabar darinya. Kukontak HP-nya, selalu tidak aktif. Aku penasaran. Kucoba mengiriminya pesan melalui WhatsApp (WA), hanya centang satu. Ke mana Oyik? Kucoba menghubungi Risa, istrinya, idem ditto. Tidak ada jawaban memuaskan. “Sudah lebih dari seminggu Mas Oyik tidak bisa dihubungi. Ku-WA centang satu,” kata Risa. Baru tiga hari kemudian Oyik menghubungi. “Sudah dapat charge baru,” kata pria yang tidak pernah menampakkan wajah serius ini. Semua ditanggapinya sebagai komedi. “Dunia kan panggung sandiwara,” katanya suatu saat. “Aku sudah dapat charge baru. Istri baru,” tegasnya. “Lho.” (jos, bersambung)
Nasib Play Boy Pralansia Menghadapi Hari-Hari Tuanya (2)
Senin 03-10-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 06-06-2026,09:33 WIB
Dipicu Masalah Sandal, 4 Pengeroyok Pemuda Manukan Surabaya hingga Tewas Ditangkap
Sabtu 06-06-2026,21:06 WIB
Dandim Sumenep Pimpin Doa Bersama Ground Breaking Jembatan Garuda di Pragaan
Sabtu 06-06-2026,07:14 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Truk Muat 1.200 Karton Mi Instan Hangus Terbakar
Sabtu 06-06-2026,14:20 WIB
Perekaman KTP Elektronik Surabaya Tembus 99,68 Persen
Sabtu 06-06-2026,09:55 WIB
Masuki Tahap Awal SPMB di Lamongan, Sekolah dan Dinas Imbau Orang Tua Aktif Dampingi
Terkini
Sabtu 06-06-2026,21:13 WIB
Kodim 0812 Gembleng Puluham Siswa SMA Panca Marga Lamongan Lewat Diklatsar Bela Negara
Sabtu 06-06-2026,21:06 WIB
Dandim Sumenep Pimpin Doa Bersama Ground Breaking Jembatan Garuda di Pragaan
Sabtu 06-06-2026,20:57 WIB
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Tangki Terguling dan Hantam Pohon di Deket Lamongan
Sabtu 06-06-2026,20:48 WIB
Palsukan KITAS, Rudenim Surabaya Amankan WNA Afghanistan
Sabtu 06-06-2026,20:27 WIB