Raselly Elfa Putri Surabaya, memorandum.co.id - Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga (Unair), Raselly Elfa Putri sabet predikat Best Paper dalam Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya. Dalam lomba yang bertajuk Media Sosial dalam Merekonstruksi Pola Hidup Masyarakat di Era 5.0, Raselly menggagas sebuah aplikasi untuk mereduksi Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada anak akibat penggunaan media sosial berlebih. Gagasan tersebut ia angkat lantaran keprihatinannya terhadap penggunaan media sosial berlebih pada anak yang dirasa belum memiliki kemampuan menyaring informasi. Media sosial tanpa disadari telah membangun body image dan standar nilai sosial tertentu yang seolah-olah harus diikuti oleh semua orang. Pada anak-anak, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan, menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, hingga munculnya rasa stress dan trauma. “Masifnya perkembangan informasi digital, anak dipandang belum memiliki cukup kemampuan untuk menyaring informasi, sehingga akan menimbulkan potensi kecemasan yang berlebihan dan insecurity akibat sense of comparison dia dengan yang lain. Nah, kalau anak tidak bisa meng-organize itu, pasti akan menyebabkan gejala mental yang berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan perasaan trauma,” ujar Selly, Jumat (16/9/2022). Lebih lanjut, mahasiswa berprestasi FIB 2021 itu menuturkan bahwa aplikasi gagasannya dirancang dengan empat fitur. Keempat fitur tersebut masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu fungsi deteksi kecemasan, konsultasi, hiburan, serta interaksi antar pengguna. Tidak hanya itu, Selly juga menyampaikan harapannya agar aplikasi yang ia gagas dapat direalisasikan. Pasalnya, banyak ide-ide kreatif mahasiswa yang tidak dapat direalisasikan sebab keterbatasan alat dan fasilitas. Ia juga berharap isu-isu kesehatan mental lebih banyak diperhatikan sebab kesehatan manusia tidak hanya fisik saja, tetapi kesehatan mental juga perlu dijaga. Topik-topik kesehatan mental ini sebenarnya perlu ditingkatkan lagi awareness-nya sejak dini. Karena yang bisa meng-handle mental seseorang ya dirinya sendiri. Makanya, perlu banget informasi-informasi itu disebarluaskan ke masyarakat bahkan ke anak-anak. "Masih banyak yang nggak peduli dan menganggap remeh isu kesehatan mental. Padahal, kalau mental saja sudah terganggu, bagaimana bisa jadi orang yang selalu positif dan suportif ke orang lain?,” ungkapnya. (alf)
Penggunaan Medsos Berlebih Ancam Kesehatan Mental Anak
Jumat 16-09-2022,21:35 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 18-10-2026,07:47 WIB
Diikuti 600 Pesepeda, KAI JLS100 Tulungagung Jadi Magnet Sport Tourism
Minggu 18-10-2026,11:09 WIB
Tragis, Anak Down Syndrome di Rungkut Meninggal Diduga Jadi Korban Bullying Teman Sebaya
Minggu 18-10-2026,12:33 WIB
Kisah Pilu Anak Down Syndrome di Rungkut Sebelum Meninggal, Didera Penyakit Kompleks dan Kerap Dibully
Minggu 18-10-2026,11:01 WIB
Kurang dari 24 Jam, Polres Ngawi Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Loker Kasir
Minggu 18-10-2026,13:08 WIB
Kasus Arisan Meow Surabaya, Mourin Sebut 33 Member Tak Penuhi Kewajiban Pembayaran
Terkini
Senin 19-10-2026,01:05 WIB
Kejari Tanjung Perak Surabaya Perkuat Pengawasan Proses Hukum Melalui FGD
Senin 19-10-2026,00:05 WIB
Polres Gresik Sapa Jemaat dan Perkuat Silaturahmi
Minggu 18-10-2026,22:55 WIB
Stok BBM Dipastikan Mencukupi, Polres Blitar Kota Minta Warga Tak Khawatir
Minggu 18-10-2026,22:41 WIB
Said Abdullah Bantu Modal Usaha Pedagang Warung Sederhana di Sumenep
Minggu 18-10-2026,22:30 WIB