Surabaya, memorandum.co.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Fatkur Rohman mengaku bersyukur bahwa regulasi terbaru melalui Perwali untuk dana kelurahan (dakel) sudah digedok. "Ini adalah kabar gembira untuk RW dan RT. Yang sebelumnya temen-temen di kelurahan sempat gamang karena ada kabar bahwa dana kelurahan harus pakai pokmas," ungkap Fatkur Rohman yang karib disapa FR, Minggu (11/9). "Karena ini masih masa transisi, maka aturan dakel harus pakai pokmas dilakukan revisi sebab kita semua paham di lapangan tidak semua warga itu siap membentuk pokmas," tambahnya. Maka, masih menurut FR, kalau memang tidak ada pokmas, Bagian Pemerintahan dan Kesra Pemkot Surabaya untuk sementara membolehkan pelaksanaan dakel, misalkan untuk pekerjaan fisik bisa dilakukan oleh penyedia dalam hal ini CV dengan melampirkan berita acara ketidaksanggupan pokmas. "Jadi tidak ada alasan lagi bahwa Dakel di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) kali ini tidak direalisasi," tegas Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Kemudian, FR juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan kepala Bapeda Litbang bahwa ke depan diharapkan pemberdayaan masyarakat mendapatkan titik tekan. "Kalau dulu misalnya ada pemberdayaan masyarakat yang bentuknya adalah pelatihan, seperti menjahit, cuci motor dan sebagainya, maka ke depan diharapkan bentuknya adalah paket," terang FR. Paket pemberdayaan artinya, kalau menjahit maka otomatis di bawahnya harus ada pengadaan berapa set mesin jahit yang diusulkan. Dan kalau pelatihan cuci motor juga sudah disediakan pilihan paket alat cuci motornya "Itu sudah satu paket usulan di dalam dakel tersebut, itu harapan warga lho," kata Fatkur. "Sehingga dakel yang dianggarkan itu betul-betul bisa menjawab pengentasan kemiskinan di tingkat kampung atau warga," jelasnya. Jadi, lanjut Fatkur, Bappeda Litbang akan membuat formula dan minimal untuk tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Yakni, dakel untuk pemberdayaan masyarakat bisa berbentuk paket, sehingga menjadi menarik bagi warga. "Karena kita melihat usulan pemberdayaan masyarakat selama ini kurang menarik bagi warga sehingga pengajuan penggunaan Dankel dari para RW hanya berkutat pada pembangunan fisik," kata FR kembali. Sebenarnya, menurut FR, pelatihan-pelatihan yang dilakukan dulu bisa tetap ada dan itu ranah dari Disnaker, namun kalau lewat dakel, dia berharap bisa dipola yang berbeda, misalnya dalam bentuk paket seperti dijelaskan di atas. "Warga pasti antusias, karena setelah pelatihan langsung bisa kerja dengan support fasilitas dan alat kerjanya yang sudah ada," tandas FR. (bin)
DPRD Surabaya Apresiasi Perubahan Regulasi Dana Kelurahan
Minggu 11-09-2022,10:56 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-02-2026,19:14 WIB
Hindari Jalan Berlubang, Pemotor di Kencong Jember Tewas Terlindas Dump Truck
Rabu 25-02-2026,21:23 WIB
Tiga Perlintasan di Surabaya Ditutup Sementara, KAI Daop 8 Terapkan Buka Tutup Malam Hari
Rabu 25-02-2026,22:44 WIB
Persebaya vs PSM Makassar 1-0, Bajol Ijo Akhiri Tren Negatif di GBT
Rabu 25-02-2026,21:59 WIB
Hendak Berjualan Takjil, Warga Driyorejo Gresik Tewas Tabrak Truk saat Macet
Rabu 25-02-2026,20:15 WIB
Starting Lineup Persebaya vs PSM Makassar, Pembuktian Bernardo Tavares Lawan Mantan Tim
Terkini
Kamis 26-02-2026,18:50 WIB
Awal 2026 Lesu, Penjualan Perumahan Di Jatim Melambat Jelang Lebaran
Kamis 26-02-2026,18:45 WIB
Motor Pemilik Toko Parfum Lakarsantri Surabaya Digondol Maling
Kamis 26-02-2026,18:42 WIB
Pemkot Surabaya Siapkan Posko Pengaduan THR Jelang Lebaran
Kamis 26-02-2026,18:36 WIB
Surabaya dan Batam Teken Kerja Sama Digitalisasi Hingga Kesehatan
Kamis 26-02-2026,18:33 WIB