selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Awal 2026 Lesu, Penjualan Perumahan Di Jatim Melambat Jelang Lebaran

Awal 2026 Lesu, Penjualan Perumahan Di Jatim Melambat Jelang Lebaran

Hasbi A Rahman menanggapi lesunya pasar perumahan Jatim awal 2026.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penjualan perumahan di Jawa Timur pada awal 2026 masih bergerak lambat akibat kondisi ekonomi nasional dan global yang belum stabil sehingga daya beli masyarakat belum pulih signifikan, Kamis 26 Februari 2026.

Wakil Ketua DPD Real Estat Indonesia Jawa Timur Bidang Pertanahan, Ir. Hasbi A Rahman, menyebut hingga Februari 2026 belum terlihat pertumbuhan menggembirakan di sektor properti.


Mini Kidi Wipes.--

"Awal 2026 ini pasar masih stagnan. Belum ada pertumbuhan yang signifikan karena kondisi perekonomian nasional dan global masih belum stabil, sehingga daya beli masyarakat juga masih rendah," ujar Hasbi.

Menurut Hasbi yang juga Ketua Komite Tetap Usaha Perumahan Rakyat Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah cukup membantu menggerakkan pasar, khususnya untuk rumah komersial dengan harga di atas Rp 500 juta.

BACA JUGA:Fasum Diduga Dijual, Perumahan Bima Regency Sumenep Terancam Tanpa Akses Jalan

"Kebijakan PPN DTP sangat berpengaruh, terutama untuk penjualan rumah komersial di atas Rp 500 juta, khususnya di wilayah Surabaya Raya. Itu cukup membantu meski belum bisa mendongkrak pasar secara keseluruhan," katanya.

Hasbi menilai tren penurunan penjualan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi karena masyarakat mengalokasikan dana untuk kebutuhan mudik dan biaya pendidikan tahun ajaran baru.

BACA JUGA:Warga Perumahan VITB Jember Desak Pemkab Akhiri Teror Banjir Tahunan

"Memang setiap tahun, saat Ramadan dan menjelang Lebaran, penjualan biasanya menurun. Konsumen lebih fokus ke kebutuhan mudik dan biaya sekolah. Biasanya setelah Lebaran, pasar mulai pulih kembali," ungkapnya.

Meski pasar rumah komersial melambat, segmen rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan dinilai masih menjanjikan karena menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan hunian.


Gempur Rokok Illegal--

Untuk menjaga penjualan, pengembang mengintensifkan promosi melalui berbagai platform media sosial serta menawarkan berbagai insentif kepada konsumen.

"Strateginya tentu memperkuat promosi di media sosial, serta memberikan berbagai penawaran seperti gratis biaya-biaya, bonus kanopi, AC, dan lainnya agar konsumen tetap tertarik," pungkas Hasbi. (Ain)

Sumber: