Toni banyak berubah. Malasnya minta ampun. Ini sangat berbeda dibanding dulu saat pacaran. Mawar tertarik kepadanya ya karena keuletan dia dalam bekerja. Ibu muda ini sempat berpikir negatif begini: apakah kemalasan Toni disebabkan dia telanjur nyaman karena segala kebutuhan dipenuhi keluarga Mawar? Sebab meski hidup serba pas-pasan, keperluan sehari-hari mereka masih bisa dipenuhi hasil olah tani ayah Mawar pada sebidang kecil lahan warisan. Atau ada faktor lain? Sebab, Mawar merasakan pada waktu-waktu terakhir Toni dekat dengan tetangga mereka, sebut saja Kemala. Gadis ini bekerja di Surabaya yang kebetulan sedang liburan pulang kampung. Tapi masa iya? Tiba-tiba Toni menawarkan alternatif pindah ke Surabaya. Biar tambah wawasan, katanya. Tentu saja Mawar senang. Hatinya berbunga-bunga. Tapi bagaimana mencari nafkah? Ternyata Toni punya kenalan dan sanggup mencarikan pekerjaan. Akhirnya Mawar, anak, dan suaminya boyongan ke Surabaya. Terjadi tangis-tangisan ketika mereka berpamitan. “Kami kos di Tegalsari, sampai sekarang,” kata Mawar. Toni tidak pernah memperkenalkan siapa temannya dan mengajaknya ke kos-kosan. Walau begitu, janji mencarikan kerja Toni benar-benar dipenuhi. Pada hari kedua di Kota Pahlawan, Toni sudah mulai bekerja. Kerjanya malam, mulai pukul 20.00 hingga pukul 05.00. Toni langsung dikasih dua setel seragam. Warna hitam. Memakainya, Toni tampak gagah dan berwibawa. Entah berapa gaji suaminya, Mawar tak tahu persis. Ngasihnya tidak mesti. Yang pasti cukup untuk hidup sederhana. Mungkin karena sudah bekerja, gaya hidup Toni pun berubah. Sudah tidak malas-malasan lagi. Kadang bahkan jauh lebih awal dari jadwal atau pulang amat-amat terlambat. Mawar tidak mempersoalkan hal itu, karena pernah mempersoalkan sekali-dua kali, namun Toni menjawabnya agak kurang berkenan, “Ya begini ini kerja di kota besar. Harus mau berperang dengan waktu. Kalau perlu berperang dengan nyawa. Kamu diam saja di rumah, yang pent ing kebutuhanmu dan anakmu aku yang penuhi.” Sejak itu Mawar tidak pernah mempersoalkan sepak terjang suaminya. Mawar juta tidak pernah tahu dan tidak pernah bertanya di mana Toni bekerja. Yang penting, batin dia, kebutuhan keluarga terpenuhi. Tidak bisa dipungkiri, lambat laun penghasilan Toni makin besar, besar, dan besar. Mereka tidak lagi bertempat tinggal di kamar kos yang sempit. Sudah pindah ke rumah kontrakan seperti keluarga normal pada umumnya. Lokasinya masih tetap di Tegalsari, hanya beda gang. Dalam waktu singkat Mawar bahkan bisa memenuhi kekosongan ruang-ruang di rumahnya dengan banyak benda. Ada tempat springbed, ada kulkas, televisi LED, dll, dsb, dst. “Risikonya, Mas Toni jadi semakin jarang di rumah,” kata Mawar. Akhir-akhir ini Mawar merasakan Toni kembali berubah. Sikapnya yang selama ini cuek menjadi semakin cuek. Toni juga sering pulang dalam keadaan mabuk. (jos, bersambung)
Suami Pergi Entah ke Mana, Wanita Cantik Dilamar Pria (2)
Jumat 09-09-2022,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-01-2026,21:04 WIB
Zia Ulhaq Terpilih Aklamasi Pimpin Pengkab IPSI Malang Masa Bakti 2026-2030
Sabtu 31-01-2026,18:00 WIB
Beras Merah vs Beras Putih, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan Jangka Panjang
Sabtu 31-01-2026,16:40 WIB
Gerak Cepat Satreskrim Polres Ngawi Bekuk Pelaku Curanmor Lintas Daerah Kurang dari 24 Jam
Sabtu 31-01-2026,15:01 WIB
Setahun Eri-Armuji, Ketua Komisi A Soroti Celah Hukum dan Minimnya Koordinasi
Sabtu 31-01-2026,16:29 WIB
Banjir Surut, Lumpur Tebal Lumpuhkan Jalan di Besole Tulungagung
Terkini
Minggu 01-02-2026,14:36 WIB
Ciptakan Kamtibmas Kondusif Jelang Ramadan, Polres Bojonegoro Terjunkan Personel Patroli Skala Besar
Minggu 01-02-2026,13:49 WIB
Geger! Hujan Butiran Es Timpa Warga Kecamatan Kraton
Minggu 01-02-2026,13:44 WIB
Karyawan Nekat Gasak Puluhan Modem WiFi di Perusahaan Sendiri Senilai Rp48 Juta
Minggu 01-02-2026,13:41 WIB
Tingkatkan Transparansi, Kakanwil BPN Jatim Menerima Kunjungan Komisi Informasi Jatim
Minggu 01-02-2026,13:37 WIB