Mojokerto, memorandum.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) 2022 yang diikuti oleh 57 peserta dari perwakilan seluruh OPD se-Kabupaten Mojokerto. Bimtek yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto yang digelar di Command Center Pemkab Mojokerto ini, dalam rangka mewujudkan pembangunan responsif gender. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, bahwa dalam melaksanakan pengarusutamaan gender di Kabupaten Mojokerto tidak cukup hanya membicarakan masalah laki-laki dan perempuan saja. Namun, pihak-pihak yang selama ini tidak mendapatkan kesempatan seperti kaum difabel juga punya peran, dan penting juga dilibatkan. "Adanya keterbatasan jangkauan pemerintah dalam membangun partisipasi masyarakat dalam kesetaraan gender, maka sangat perlu adanya kaloborasi pentahelix, seperti pemerintah, media, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat," jelasnya, Selasa (12/07/2022). Selain itu, jelas Ikfina, prinsip dalam melaksanakan program kegiatan pengarusutamaan gender dalam mendukung pelaksanaan pembangunan harus mengedepankan salah satu komponen yang ada di masyarakat. "Tanpa mengedepankan salah satu komponen tersebut, maka pembangunan tidak bisa secara universal dan tidak bisa dilakukan pemerataan. Ini semua harus diperhatikan, dan semuanya harus mendapatkan masing-masing dari pembangunan," jelasnya. Ikfina memaparkan terdapat lima arahan Presiden Republik Indonesia dalam melaksanakan pembangunan terkait isu gender. Pertama, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, selanjutnya peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan atau pengasuhan anak. "Yang ketiga, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Berikutnya penurunan pekerja anak, dan yang terakhir pencegahan perkawinan anak," paparnya. Selanjutnya Ikfina menegaskan, pembuatan perencanaan dan penganggaran harus memperhatikan dan mempertimbangkan pengarusutamaan gender, sehingga tidak ada lagi bagian dari masyarakat yang tidak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pembangunan. "Dan tidak ada lagi sebagian dari masyarakat yang merasa tidak menikmati keadilan dari hasil pembangunan. Ini merupakan suatu komponen yang tidak terpisahkan oleh setiap program kegiatan yang di rencanakan dan dilaksanakan," pungkasnya. (yus)
Pengarusutamaan Gender, Bupati Mojokerto: Perlu Adanya Kaloborasi Pentahelix
Selasa 12-07-2022,17:56 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-03-2026,13:58 WIB
Tragedi Gunung Sepinggil: Terhempas Ombak Saat Berswafoto, Satu Pemuda Hilang di Laut Selatan
Sabtu 28-03-2026,15:48 WIB
Lestarikan Tradisi Leluhur, 36 Pegon Hiasi Pesisir Selatan Jember Dalam Festival Ketupat
Sabtu 28-03-2026,20:21 WIB
Teknisi Asal China Tewas di Pabrik Mojokerto, Disnaker Sebut Bukan Pekerja Resmi
Sabtu 28-03-2026,20:38 WIB
Kunjungan Wisatawan ke IKN Naik saat Lebaran, UMKM Alami Lonjakan Omzet
Sabtu 28-03-2026,12:19 WIB
Abaikan Peringatan, Bocah 11 Tahun Tergulung Ombak Ganas Pantai Paseban
Terkini
Minggu 29-03-2026,10:16 WIB
Efek Dominasi FIFA Series, Timnas Indonesia Melejit ke Peringkat 120 Dunia Usai Bantai Saint Kitts and Nevis
Minggu 29-03-2026,10:13 WIB
Gaya Retro Teknologi Seoul, Ini Dia 3 Motor Listrik Korea Selatan Mirip Vespa
Minggu 29-03-2026,10:09 WIB
Pemudik Kelelahan Bermalam di Polsek Padas, Petugas Beri Pelayanan Humanis
Minggu 29-03-2026,10:05 WIB
Polres Ngawi Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Sopir di Rest Area 575 B
Minggu 29-03-2026,10:01 WIB