Tragedi Gunung Sepinggil: Terhempas Ombak Saat Berswafoto, Satu Pemuda Hilang di Laut Selatan
Tim Polairud dan relawan sisir bibir pantai Papuma --
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keindahan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) di Desa Lojejar, Kecamatan Wuluhan, Jember, seketika berubah menjadi panggung tragedi memilukan, Sabtu, 28 Maret 2026, kegembiraan sekelompok pemuda saat berwisata berakhir duka setelah ombak besar menyapu mereka dari bibir Pantai.
BACA JUGA:Abaikan Peringatan, Bocah 11 Tahun Tergulung Ombak Ganas Pantai Paseban

Mini Kidi Wipes.--
​Insiden ini bermula saat enam pemuda nekat memasuki area ekstrem di sekitar Gunung Sepinggil, sebuah titik yang dikenal memiliki ombak ganas namun sering diburu wisatawan demi mendapatkan foto estetik.
​“Awalnya mereka berenam sedang berfoto di area ekstrem tersebut. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menerjang mereka. Tiga orang tersapu ke laut,” ujar KBO Polairud, Aiptu Agus Riyanto.
BACA JUGA:Ledakan Wisatawan 600 Persen, Pantai Papuma dan Watu Ulo Jadi Lautan Manusia di H+7 Lebaran

Gempur Rokok Ilegal -----
​Dalam suasana mencekam tersebut, dua pemuda berhasil lolos dari maut dengan cara berpegangan erat pada bebatuan karang yang tajam hingga ombak menyurut. Namun nahas, satu rekan mereka, Muhamad Sheva Yusuf (22), warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak mampu bertahan. Tubuhnya terseret arus kuat dan hilang ditelan samudera.
​“Dua orang berhasil bertahan di batu, sedangkan satu korban atas nama Muhammad Sheva hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian,” jelas Agus dengan nada prihatin.
BACA JUGA: Satsamapta Polres Jember Intensifkan Patroli Wisata Pantai Papuma saat Libur Lebaran
​Agus menyayangkan kejadian ini karena di lokasi tersebut sebenarnya telah dipasang papan peringatan keras. Namun, daya tarik swafoto nampaknya membuat para korban mengabaikan keselamatan mereka.
BACA JUGA:Ribuan Umat Hindu Gelar Upacara Melasti di Pantai Kenjeran Surabaya
​Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Polsek Wuluhan, Basarnas, serta relawan lokal masih berjibaku menyisir permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
​“Kami berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk melakukan operasi pencarian (OPSAR) secara intensif. Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan,” tegasnya.
Sumber:







