Surabaya, Memorandum.co.id - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah nasib honorer kategori 2 (K2) di daerah. Sudah tidak bisa mendaftar penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) karena terbentur usia, upah yang diterima pun jauh dari kata layak. “Nasib honorer di daerah terutama guru dan honorer sangat memprihatinkan. Gaji yang mereka terima setiap bulan itu hanya Rp 400 hingga Rp 500 ribu,” ungkap Eko Mardiono, ketua Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Jatim, Senin (4/11). Mayoritas honorer yang menerima gaji di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK) itu berada di beberapa kabupaten kecil-kecil di Jatim. Di antaranya di Situbondo, Bondowoso, dan beberapa kabupaten di Madura."Terutama guru-guru honorer di desa pelosok. Gajinya sangat minim,”kata dia. Untuk memperjuangkan nasib mereka terutama perbaikan gaji, Eko Mardiono mengatakan, dirinya berupaya agar Gubernur Jatim ikut campur agar bupati dan wali kota di daerah-daerah memperhatikan kesejahteraan guru dan honorer.“Kami berharap gubernur meminta bupati dan wali kota setempat untuk memberikan upah yang layak kepada guru dan honorer,” tegas dia. Jika dimungkinkan, lanjut dia, gubernur bisa mengeluarkan peraturan soal upah layak honorer. “Kalau ada pergub (peraturan gubernur, red), jelas nanti lebih kuat,” ungkap Eko Mardiono yang bekerja sebagai honorer puluhan tahun di SMPN Surabaya ini. Dengan upah kecil, tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini membuat mereka bekerja sambilan. Menurut Eko, ada yang jadi petani, peternak, hingga ngojek. Dan, itu dilakoni bertahun-tahun. “Teman-teman honorer daerah sebenarnya sudah berupaya agar pemerintah setempat memperhatikan kesejahteraannya. Sayang, banyak tidak berhasil. Jika toh ada yang berhasil, kenaikan honornya masih kecil, sekitar Rp 200 hingga 300 ribu,” beber dia. Melihat kondisi honorer yang jumlahnya sekitar 21 ribu orang yang terdiri dari guru dan pegawai tidak tetap di Jatim, Eko berharap bisa bertemu Gubernur Jatim. “Kami sudah berkirim surat namun belum ada jawaban kapan bisa bertemu dengan beliau. Kami berharaf Bu Khofifah mau memperjuangkan nasib honorer K2 ,”harap dia. Untuk diketahui pemerintah membuka penerimaan calon aparatur sipil negara (ASN) pada Nopember ini. Sayangnya honorer K2 tidak bisa ikut mendaftar karena usia mereka rata-rata di atas 35 tahun.(udi/dhi)
Gaji Honorer K2 di Daerah Sangat Minim
Selasa 05-11-2019,08:30 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,10:17 WIB
Progres Pelebaran Jalan Wiyung–Menganti Capai 21 Persen, Target Rampung Mei 2027
Kamis 05-11-2026,11:32 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim dan Polres Blitar Inspeksi Angkutan Umum
Kamis 05-11-2026,10:43 WIB
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba Selama Agustus-Oktober 2026, 180 Tersangka Berhasil Diamankan
Kamis 05-11-2026,16:52 WIB
Polemik TK Nurul Jannah Surabaya, Yayasan Pastikan PBG Terbit dan Parkir Disiapkan
Terkini
Jumat 06-11-2026,08:03 WIB
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Tarik Bantu Renovasi Rumah Warga Dusun Bokongduwur
Jumat 06-11-2026,07:42 WIB
Gandeng Pemkab Sidoarjo dan KPK, PN Sidoarjo Gelar Bimtek Antigratifikasi dan Antisuap
Jumat 06-11-2026,07:32 WIB
Serap Aspirasi Buruh, Kapolresta Sidoarjo Gelar Silaturahmi dengan Pimpinan Serikat Pekerja
Jumat 06-11-2026,07:27 WIB
Lansia Penjaga Toko Sembako di Jember Jadi Korban Perampokan: Uang dan HP Raib, Polisi Buru Pelaku
Jumat 06-11-2026,07:15 WIB