Surabaya, memorandum.co.id - Satu bulan menjelang Hari Raya Iduladha pada Juli mendatang, Pemprov Jatim terus mempersiapkan segala kebutuhan. Selain fokus penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, sekaligus mempersiapkan 1.276 juru sembelih halal (Juleha). Petugas juleha inj tersebar di berbagai pondok pesantren (ponpes), masjid, musala dan lembaga di seluruh Jawa Timur. Mereka telah mendapatkan pelatihan, pengarahan dan juga sertifikasi. “Hingga hari ini, yang tercatat dalam managemen kurban, total di Jatim yang sudah memiliki pengetahuan juru sembelih halal (Juleha) adalah 1276 orang,” ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (5/6). Gubernur Khofifah menyatakan, kesiapan sarana dan prasarana seperti RPH dan Juleha-nya, tidak kalah penting dibandingkan kesiapan hewan ternaknya. Masyarakat jangan sampai resah dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Oleh sebab itu, higienitas dan kehalalan daging kurban menjadi keharusan sebagai bentuk langkah perlindungan kepada masyarakat. “Bukan hanya hewan ternaknya yang harus disiapkan, tapi RPH-RPH dan Julehanya juga harus disiapkan dengan baik,” ujarnya. Terkait jumlah Juleha di Jatim, Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa masih dan akan terus bertambah seiring dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang tengah disiapkan oleh lembaga Juleha Indonesia Jatim. Khusus untuk tahun ini seiring dengan adanya wabah PMK, maka para Juleha juga mendapatkan materi khusus tambahan. Yaitu pemberian materi terkait zoonosis dan kewaspadaan PMK. “Tanggal 18 Juni besok, akan ada pelatihan untuk seluruh masjid di Surabaya. Dan tanggal 19 Juni besoknya, akan ada pelatihan di Masjid Al Akbar untuk 150 masjid se-Jatim,” jelasnya. “Intinya kita terus berikhtiar. Di sisi medis kita berikhtiar, di sisi operasionalnya kita juga berikhtiar,” imbuh Gubernur Khofifah. Sementara itu, dari data yang dihimpun oleh Lembaga Juleha Indonesia Jatim, 1.276 orang Juleha yang tercatat. Mereka berasal diantaranya dari, Pesantren Al Amanah Sidoarjo sebanyak 50 orang santri, Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya 50 orang santri, Pesantren El Kadi Mojokerto 50 orang santri, PCNU Kab. Gresik 160 orang dan Vokasi Juleha tahun 2018-2022 sebanyak 100 orang dan lainnya. Selain itu juga terdapat 66 orang Juleha yang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada tahun 2022. Serta ada 800 orang Juleha lainnya yang merupakan hasil pelatihan juru sembelih halal managemen kurban di Masjid dan Mushola se Jatim mulai tahun 2018 – 2022. "Penyiapan Juleha penting untuk memberikan kepastian halal atas hewan kurban pada masyarakat. Bahwa daging kurban yang dibagikan dan dikonsumsi telah memenuhi syariat halal dalam penyembelihan," pungkasnya. (day)
Jelang Iduladha, Jatim Siapkan 1.276 Juleha
Minggu 05-06-2022,14:58 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 14-06-2026,18:32 WIB
Nikmati Nobar Piala Dunia 2026 Sambil Main Game hingga Dapatkan Doorprize
Minggu 14-06-2026,20:56 WIB
1.095 Petugas Sensus Ekonomi Gresik Mulai Pendataan, Kualitas Data Jadi Priori
Minggu 14-06-2026,20:49 WIB
OJK Perkuat Ekosistem Susu Perah Jatim, Ribuan Peternak Bakal Nikmati Digitalisasi dan Akses Pembiayaan
Minggu 14-06-2026,16:15 WIB
Kawal Keakuratan Data, Bupati Yusuf Rio Sumpahi Ratusan Petugas Sensus
Minggu 14-06-2026,15:28 WIB
Diduga Memeras, 4 Debt Collector Dibekuk Polres Pasuruan Kota
Terkini
Senin 15-06-2026,14:51 WIB
Polres Lamongan Ultimatum Oknum Pesilat: Jadi Pelopor Keamanan atau Hadapi Hukum
Senin 15-06-2026,14:45 WIB
Grand Darmo Suite Resmi Luncurkan Website Baru, Hadirkan Pengalaman Reservasi Lebih Mudah dan Eksklusif
Senin 15-06-2026,14:23 WIB
Sinergi Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Poktan, Uji pH Tanah Guna Genjot Produktivitas Jagung
Senin 15-06-2026,14:03 WIB
Tabrak Mobil Pakir, Lansia Simo Surabaya Meregang Nyawa
Senin 15-06-2026,13:47 WIB