Gresik, Memorandum.co.id - Hadi Nurcahyo (34), warga Jalan Sunan Prapen Kebondalem, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas hanya tertunduk lesu di kantor polisi. Tersangka ditangkap jajaran Satreskrim Polres Gresik lantaran melakukan penipuan dan penggelapan uang debitur di perusahaan finance tempatnya bekerja. Polisi melakukan penangkapan saat tersangka berada di Pulau Bali. Dari penyelidikan ditemukan fakta bahwa Hadi Nurcahyo telah merugikan perusahaan sebesar Rp 2 miliar. Yakni setelah menggelapkan uang pelunasan para debitur dan melakukan kredit fiktif dengan memalsukan tanda tangan debitur. "Tersangka kami amankan saat berada di Pulau Bali. Dia sering pindah - pindah tempat dan terakhir berada di tempat kejadian perkara. Setelah diselidiki, miliaran uang debitur itu dipakai untuk kebutuhan sehari - hari dan foya - foya oleh tersangka. Sekarang tersangka sudah kami tahan," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, Kamis (28/4/2022). Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis membeberkan, ungkap kasus ini bermula dari laporan sejumlah debitur di salah satu perusahaan finance di Kota Pudak. Mereka terus ditagih, padahal sudah melakukan pelunasan pembiayaan mobil dengan menyerahkan uang ke tersangka. Selidik punya selidik, aksi ini sudah dilakukan sejak tahun 2021. "Tersangka merupakan karyawan lama, sehingga bisa mengakses gudang penyimpanan barang penting, salah satunya BPKB milik debitur. Dia mengambil BPKB lalu diserahkan ke debitur yang melakukan pelunasan. Namun uang pelunasan itu tidak disetor ke kantor dan tanpa bukti pelunasan," paparnya, Kamis (28/4/2022). Lantaran belum ada bukti pelunasan, perusahaan finance tempat tersangka bekerja terus mengeluarkan tagihan kepada debitur. Para debitur yang sudah lunas akhirnya buka suara. Kemudian didapati bahwa perusahaan finace dan debitur - debitur itu menjadi korban penipuan yang dilakukan Hadi Nurcahyo. Kerugian mencapai Rp 2 miliar. Tidak hanya itu, tersangka juga mengajukan kredit/pembiayaan fiktif memakai beberapa nama orang dengan cara memalsukan tanda tangan para debitur pada surat korntrak perjanjian pembiayaan. Dengan adanya pengajuan tereebut, pihak kantor menyetujui dan mencairkan uang sesuai dengan pengajuan. Setidaknya ada lima nama yang diajukan dalam kredit fiktif. "Dalam melancarkan aksinya mengajukan kredit fiktif, tersangka memalsukan tanda tangan debitur dan menyertakan BPKB palsu sebagai jaminan. Aksi ini sudah dilakukan berulang kali. Perusahaan finance tersebut diduga merugi hingga Rp 2 miliar. Tersangka kami tahan dan dijerat Pasal 378 Jo Pasal 374 KUBP," tutup mantan Kapolres Ponorogo itu.(and/har)
Foya-foya Pakai Uang Debitur, Pria Gresik Digulung Polisi
Kamis 28-04-2022,12:08 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 01-07-2026,21:56 WIB
Quest Hotel Darmo Surabaya Hadirkan Japanese Street Food Lewat Program 60 Seconds to Tokyo
Rabu 01-07-2026,15:03 WIB
Disinggung Soal Penggeledahan Dua OPD oleh Kejari, Plt Bupati Tulungagung Dukung Proses Hukum
Rabu 01-07-2026,14:48 WIB
Dukung Program MBG dan Astacita, Kapolres Beri Penghargaan Mitra SPPG 3 Polres Madiun
Rabu 01-07-2026,21:53 WIB
Pasar Mimbaan Baru Situbondo Direstorasi, Dilengkapi Taman Hiburan hingga Gedung MPP
Terkini
Kamis 02-07-2026,10:35 WIB
Sinergi Ketahanan Pangan, Polsek Lumajang Kota Tinjau Langsung Pertumbuhan Tanam Jagung di Desa Boreng
Kamis 02-07-2026,10:31 WIB
Polres Ngawi Bagikan 500 Paket Sembako di Bringin, Bukti Nyata Polri untuk Masyarakat
Kamis 02-07-2026,10:27 WIB
Pererat Sinergitas, TNI Beri Kejutan Hari Bhayangkara ke Polres Ngawi
Kamis 02-07-2026,10:00 WIB
KMN Entok Hilang Kontak di Kangean, Satpolairud Lamongan Gencar Cari 20 ABK
Kamis 02-07-2026,09:44 WIB