Surabaya, Memorandum.co.id - Muhammad Yusuf Efendi tak menyangka bakal kehilangan motor Honda Beat nopol L 5482 JW, milik ibunya, Kasemi. Sebab dia justru ditipu rekannya wanitanya, Kholifathul Indrianasari, mentah-mentah. Akibatnya dia mengalami kerugian Rp 10,5 juta. "Saya dihubungi oleh terdakwa ini. Saya kenal Yang Mulia. Bukan pacar, tapi teman saja. Dia minta jemput, ya saya pinjam motor ibu saya. Terus diajak jalan-jalan, ternyata motor saya dibawa kabur," ujar Yusuf dalam kesaksiannya ditemani sang ibu, Kasemi. Awalnya, Yusuf dihubungi oleh Kholifathul melalui chat Facebook Lite dengan nama akun Kholifahh (Faa). Kholifathul meminta Yusuf agar menjemputnya di Jalan Gili Kota Surabaya. Sebagai teman, Yusuf bergegas menuju Jalan Gili Surabaya dengan membawa motor warna putih tersebut. Saat keduanya bertemu, Kholifathul lantas meminta agar diantarkan ke rumahnya untuk mengganti pakaian. Usai ke rumah Kholifathul, Yusuf lalu mengajaknya pergi ke rumah Zainal Arifin, temannya yang lain. Selesai dari rumah Zainal, mereka bertiga keluar berboncengan tiga untuk nongkrong. "Terdakwa Kholifathul kemudian mengajak saksi Yusuf ke rumah tantenya yang berada di Jalan Gersikan 6 Surabaya dengan alasan akan mengambil charger HP," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dalam dakwaannya. Yusuf, Zainal dan Kholifathul lantas pergi menuju lokasi yang dimaksud. Sesampainya di Jalan Gersikan 6 Surabaya, Kholifathul meminta agar Yusuf dan Zainal berhenti. Kholifathul mengatakan akan mengambil charger HP di rumah tantenya. Dia meminta agar meminjamkan motor itu. Kholifathul kemudian meminta agar Yusuf menunggu di depan gang saja. Kholifathul beralasan jika dirinya hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengambil cas HP tersebut. Sebab jika ketahuan diantar lelaki nantinya bakal dimarahi sang tante. "Yusuf pun terpengaruh dan menyerahkan motor tersebut kepada terdakwa Kholifathul. Saksi Yusuf bersama saksi Zainal menunggu di depan gang Jalan Gersikan 6 Surabaya," imbuh jaksa Darwis. Namun setelah menunggu beberapa lama, Kholifathul rupanya tak kembali. Kholifathul justru membawa motor tersebut ke daerah Sidodadi Surabaya. Kholifathul kemudian menggadaikan motor tersebut kepada Rizal seharga Rp 1,2 juta. "Saya gadaikan Yang Mulia kepada Rizal," ujar wanita yang juga residivis kasus yang sama itu. Akibatnya Kholifathul didakwa melanggar pasal 378 KUHP. Sementara itu, Kasemi mengaku sejak motornya hilang, dia tak dapat lagi bekerja. Sebab motor tersebut digunakan sehari-hari untuk mengambil jahitan. "Biasa saya gunakan sehari-hari Yang Mulia. Waktu itu pakai anak saya ini tapi kok malah hilang," ujarnya saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (8/4) siang. (jak).
Pinjam Motor Teman Pria Bablas Digadaikan
Jumat 08-04-2022,13:21 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-04-2026,11:25 WIB
Mutasi Pejabat Pemkot Madiun Segera Bergulir, Eselon III Berpeluang Naik Jabatan
Senin 27-04-2026,10:35 WIB
Calo Tembak KIR Gentayangan di Surabaya, Pakar Hukum: Bukan Sekadar Calo, Ini Kejahatan Berlapis
Senin 27-04-2026,08:42 WIB
Praktik Biro Jasa Uji KIR: Pemilik Cukup Duduk Manis, Kendaraan Pasti Lolos
Senin 27-04-2026,08:18 WIB
Pacaran Virtual Kian Diminati Gen Z, Cerminan Pergeseran Pola Hubungan di Era Digital
Senin 27-04-2026,14:26 WIB
Uji KIR Surabaya Gratis dan Bebas Calo, Dishub Terapkan Digitalisasi Penuh dan Pengawasan CCTV 24 Jam
Terkini
Senin 27-04-2026,23:16 WIB
Kasus Pialang Asuransi Ilegal, Komisaris dan Direktur PT ASA Dituntut JPU Kejari Surabaya 1 Tahun Penjara
Senin 27-04-2026,23:09 WIB
Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-30, Pemkot Madiun Tekankan Sinergi dan Kesejahteraan
Senin 27-04-2026,22:59 WIB
Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Impor LPG dengan DME dan CNG
Senin 27-04-2026,22:55 WIB
Penasihat Presiden Hasan Nasbi Perkuat Komunikasi Pemerintah dengan Bakom dan Komdigi
Senin 27-04-2026,22:51 WIB