Surabaya, memorandum.co.id - Menurut telaah Ajeng Wira Wati, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, sebaiknya persentase pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara bertahap. Penting bagi politisi Gerindra ini untuk melihat kesiapan masing-masing sekolah. Sehingga dia kurang bersepakat PTM 100 persen dengan satu sif digelar mulai pekan depan. “Idealnya bertahap dan dinas terkait mendampingi kesiapan setiap sekolah. Sekarang PTM masih 50 persen, paling tidak minggu depan sudah 75 persen dengan sosialisasi dan persetujuan wali murid,” ujarnya, Kamis (24/3/2022). Kendati demikian, lanjut Ajeng, pada praktiknya para wali murid yang menentukan bersedia atau tidak PTM 100 persen dilangsungkan. “Sepengetahuan saya, pemkot dan dinas terkait memperbolehkan 100 persen dan dilakukan dalam 1 sif. Namun hal itu juga dibarengi catatan bahwa semua kebijakan dikembalikan ke masing-masing sekolah bersama wali murid,” jelas Bendahara Fraksi Gerindra ini. Di samping itu, untuk mengawal keberlanjutan PTM yang aman dan lancar, pihaknya secara intens akan mengecek hasil evaluasi dari dinas pendidikan. Untuk itu, Ajeng meminta, saat akan ditingkatkan persentase PTM dari 50 persen hingga ke 100 persen, dinas pendidikan dan segenap dinas lainnya mengadakan evaluasi setiap minggu. “Kita mendukung penuh persen PTM bertambah. Surabaya beranjak ke level 1 mulai 22 Maret sampai 4 April. Jika 4 April masih Level 1, maka bisa 100 persen,” pungkasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi, sehingga Senin (28/3/2020) PTM total 100 persen sudah siap digelar. “Semua (PTM total 100 persen), jadi sosialisasi dulu, karena ke sekolah harus ngomong ke orang tua,” ujarnya. Lanjut Yusuf, pembelajaran nanti dilaksanakan mulai Senin sampai Jumat dengan maksimal durasi 6 jam. “Ini total 100 persen harus ada izin orang tua karena lihat kemampuan anak. Jam masuknya sama, untuk SD pukul 07.00 dan SMP pukul 06.30. Mudah-mudahan level 1 terus. Kita sesuaikan yang masih izin semua,” jelasnya. Yusuf menambahkan, prokes tetap dianjurkan guna menghindari klaster sekolah dan akan terus diperkuat. “Mulai dari siswa datang, cek suhu, kalau anak izin dilihat lagi,” tuturnya. Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, penerapan PTM 100 persen satu sif ini tetap meminta persetujuan orang tua. “Bismillah, karena sekarang banyak daring dampaknya luar biasa. Ini harus sosialisasi tidak mikir macam-macam, tidak lihat gambar macam-macam,” tandas Eri. (bin/fer)
Wakil Ketua Komisi D: PTM Digelar Bertahap Berdasarkan Evaluasi
Kamis 24-03-2022,23:10 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 14-05-2026,12:59 WIB
Film Dokumenter 'Pesta Babi' Tuai Kontroversi Panas
Kamis 14-05-2026,13:59 WIB
Gubernur Khofifah Kepincut Keripik Kulit Patin SMKN 1 Tulungagung, Plt Bupati Apresiasi Perhatian Pemprov
Kamis 14-05-2026,10:00 WIB
Misi Kemanusiaan dari Perkebunan: Tiga Aktivis Resmi Nahkodai PDP Kahyangan Jember
Kamis 14-05-2026,21:38 WIB
Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp 7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20 Persen
Kamis 14-05-2026,09:00 WIB
Empat Kloter Jemaah Haji Banyuwangi Resmi Diberangkatkan, Terbang Langsung Menuju Jeddah
Terkini
Kamis 14-05-2026,21:47 WIB
Polres Lamongan Sterilisasi dan Lakukan Body Screening di Gereja
Kamis 14-05-2026,21:38 WIB
Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp 7 Triliun, Harga Pupuk Dalam Negeri Turun 20 Persen
Kamis 14-05-2026,21:04 WIB
Australia dan Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Festival Film
Kamis 14-05-2026,21:00 WIB
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Puluhan Ribu Penumpang Padati Stasiun Daop 8 Surabaya
Kamis 14-05-2026,20:50 WIB