Surabaya, memorandum.co.id - Pergaulan bebas saat ini patut diwaspadai. Khususnya kaum muda yang sering kebablasan dalam bersikap. Hal itu terjadi pada Wildon. Gegara kekasihnya, Maria Elisea Kiswantoro hamil dan menolak disuruh minum obat aborsi malah dianiaya. Akibat penganiayaan tersebut, Maria mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya. Untuk itu, Wildon diseret ke meja hijau. Jaksa penuntut umum (JPU) Nurhayati dalam dakwaannya menyatakan, Maria awalnya diantar sopirnya pergi ke kampus. Sepulang dari kampus, dia meminta ke suatu tempat. Namun, dia melihat mobil Wildon. Ketika itu, Maria meminta sopirnya untuk mengantarkan pulang. Wildon yang mengetahui mobil kekasihnya langsung menelepon. Dia meminta Maria berhenti dan turun dari mobilnya. Jika tidak berhenti, Wildon mengancam akan menabrak mobil yang ditumpangi Maria dari belakang. Sesampainya di Jalan Kupang Indah, Maria meminta sopirnya berhenti. Wildon yang sudah membuntuti dari belakang langsung menuju mobil Maria. "Terdakwa menarik dan menyeret saksi Maria agar keluar dari mobilnya dan masuk ke mobil terdakwa," kata jaksa Nurhayati saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (7/3/2022). Terdakwa Wildon lantas membawa kekasihnya tersebut menuju parkiran Gloria di Jalan Kupang Indah. Saat itu, Wildon memaksa Maria yang sedang hamil untuk meminum obat penggugur kandungan. Namun, Maria menolaknya. "Terdakwa langsung menjambak, mencolok, memukul kepala dan punggung kanan sebanyak lima kali menggunakan roti kalung yang ada di samping jok mobilnya," tuturnya. Sopir Maria yang membuntuti dari belakang langsung menelepon orang tua majikannya. Orang tua Maria bergegas datang ke lokasi dan akhirnya Wildon mengantarkan kekasihnya tersebut pulang ke rumah. Penganiayaan terdakwa Wildon terhadap Maria tidak hanya sekali saja. Dalam waktu berbeda, dia juga menganiaya kekasihnya tersebut di hotel karena masalah yang berbeda. Pengacara Wildon, Ronald Talaway mengajukan eksepsi. Dia keberatan dengan dakwaan jaksa. Menurut dia, kasus ini terkesan dipaksakan. "Saya melihat banyak kejanggalan dalam perkara ini. Kejadian sudah 2018 tetapi kenapa baru naik sekarang? Artinya ada beberapa dakwaan yang unsur-unsurnya tidak dapat dipenuhi," kata Ronald seusai sidang. (jak/fer)
Tolak Minum Obat Aborsi, Dianiaya Kekasih
Senin 07-03-2022,21:17 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 20-06-2026,18:11 WIB
Sidang ke-2 Kasus Maidi Madiun (4): Saksi STIKES BHM Beberkan Kronologi Plang Aset hingga CSR
Sabtu 20-06-2026,13:03 WIB
Sidang ke-2 Kasus Maidi Madiun (3): Maidi Bantah Terima Uang CSR, Rochim Tidak Tahu Soal CSR dan Ijin
Sabtu 20-06-2026,17:04 WIB
Tampil Memukau di SFF 2026, Tari Ning Lukita Tim Bonafide Sukses Hidupkan Jiwa Perjuangan Surabaya
Sabtu 20-06-2026,19:55 WIB
Terdakwa Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi: CSR untuk Atasi Darurat Lingkungan
Sabtu 20-06-2026,20:32 WIB
Kades Klatakan Sebut Warga Minta PT Kaixin Atasi Masalah Abrasi di Pecaron
Terkini
Minggu 21-06-2026,11:56 WIB
Warga Surabaya Hingga Turis Mancanegara Tumplek Bleg Saksikan Kemegahan SFF 2026 di Jalan Tunjungan
Minggu 21-06-2026,11:49 WIB
Demi Lihat Parade SFF 2026, Warga Tambaksari Berangkat Sejak Pagi Bersama Keluarga
Minggu 21-06-2026,11:34 WIB
Sulap Sampah Plastik Jadi Gaun Laut Memukau, Mahasiswa Unesa Tampil di Surabaya Fashion Festival 2026
Minggu 21-06-2026,11:29 WIB
Pikat Hati Pengunjung Penonton Ramai-ramai Minta Foto Bersama dengan Peserta SFF di Jalan Tunjungan
Minggu 21-06-2026,11:23 WIB