Malang, memorandum.co.id - Menjelang akan dilakukan penutupan beberapa kantor cabang Bank Mandiri di wilayah Jawa Timur, manajemen Bank Mandiri melakukan terobosan dengan menjalin kerjasama dengan 7.724 desa di propinsi ini. Micro Banking Head Mandiri Regent 8 Jawa 3 Surabaya Luhut P. Siahaan menyampaikan kerjasama ini untuk memberikan layanan pada nasabah. “Karena untuk datang ke kantor cabang jarak yang cukup jauh, maka langkah ini salah satu terobosan untuk mendekatkan dengan nasabah,” katanya, Rabu (2/3/2022). Pelaksanaan MoU antara AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Malang dengan Bank Mandiri ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Malang Jl KH Agus Salim 7 Kota Malang, disaksikan Wakil Bupati Malang, Sekdakab Malang, Asisten 1, Inspektur inspektorat, pembina AKD dan Ketua AKD Jawa Timur. Kerjasama dilanjutkan penandatangan MoU pada sekitar 8 - 9 kabupaten, diantaranya Kabupaten Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi. Rencananya, juga dengan Gresik, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Pamekasan dan Sumenep. Disampaikan, pemilihan Kades sebagai manager karena kades merupakan tokoh kunci di desa sehingga diharapkan semua debitur yang diberikan oleh Kades adalah orang-orang yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap tanggungannya. “Karena Kades tahu secara persis siapa yang diberi rekomendasi untuk melakukan transaksi dengan bank Mandiri,” kata Luhut. Luhut menjelaskan apabila nantinya ada debitur yang macet maka Kades juga harus ikut mengingkatkan untuk secepatnya melakukan pembayaran. Semua proses pencairan melalui rekening atas nama Kades saat ini dan perlu diketahui setiap pencairan ini Kades atau pemegang rekening akan mendapatkan prosentase. “Tidak hanya pada soal pinjaman bahkan setiap penambahan nasabah yang melakukan simpanan maka Kades juga mendapatkan prosentasi atau fee dari bank Mandiri,” terangnya. Sementara itu, pembina AKD Jatim Dwi Supranto Laksono menyampaikan kerjasama dengan Bank Mandiri ini langka untuk memakmurkan Kades saat ini karena kerjasama ini bukan atas nama desa tetapi Kades secara pribadi. Kades dalam kerjasama ini diangkat sebagai manager Mandiri Desa oleh bank sehingga setiap transaksi yang dilakukan Kades akan mendapatkan fee dari bank. “Pendapatan tersebut sebagai tambahan penghasilan Kades, baik saat menjabat lebih-lebih nanti setelah purna tugas sebagai Kades,” jelas Dwi. Selanjutnya mereka akan mendapatkan pelatihan dari bank mengenai cara menjadi manager yang baik dan tidak salah dalam memberi kredit pada calon nasabah. Diharapkan, Kades yang tergabung dalam AKD, setelah menjadi manager harus giat dalam melakukan penjaringan nasabah agar prosentase yang didapatkan semakin banyak sebagai pendapatannya nanti setelah purna tugas. Dwi yakin bahwa nantinya kemakmuran Kades akan meningkatkan apabila yang bersangkutan giat melalukan sosialisasi pada warga desanya. Karena Kades tahu secara langsung calon nasabah yang akan diberi kredit. (kid/ari/gus)
Bank Mandiri Jalin Kerjasama dengan Desa
Kamis 03-03-2022,08:45 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 22-01-2026,19:11 WIB
Baru Diterima, Becak Listrik Bantuan Presiden Mati di Jalan Banyuurip Surabaya
Kamis 22-01-2026,22:07 WIB
Fenomena Poligami di Surabaya: Istri Pertama Justru Carikan Istri Kedua untuk Suami
Kamis 22-01-2026,18:56 WIB
Bupati Nganjuk Resmikan Jembatan Desa Banjarejo Rejoso
Kamis 22-01-2026,18:52 WIB
Gerak Cepat Dinsos Jatim Tangani dan Pulangkan Orang Terlantar Terdiagnosa HIV/AIDS ke Bandung
Kamis 22-01-2026,20:37 WIB
Pemotor Patah Kunci, Personel Turjagwali Satlantas Polres Kediri Kota Sigap Beri Bantuan
Terkini
Jumat 23-01-2026,18:15 WIB
Langkah Preventif Polsek Plemahan Bongkar Sarana Judi di Desa Payaman Kediri
Jumat 23-01-2026,18:09 WIB
Setahun Pengajuan Eksekusi Tak Terealisasi, Kuasa Hukum Datangi PN Malang
Jumat 23-01-2026,18:06 WIB
Evakuasi Tower Provider Roboh Di Joyoboyo Surabaya Libatkan Bronto Skylift
Jumat 23-01-2026,18:03 WIB
Pemprov Jatim Gandeng Kemenag dan ATR BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Jumat 23-01-2026,17:59 WIB