Jember, Memorandum.co.id - Mengantisipasi prediksi dari ahli Epidemiologi yang menyatakan bahwa puncak penyebaran Covid-19 varian Omicron ada di bulan Februari dan Maret, Bupati Jember, Senin (24/1/2022), menggelar apel pasukan dengan sandi 'Pamor Keris' di alun alun Jember. Pamor Keris (Patroli Motor Penegak Protokol Kesehatan di Masyarakat) merupakan pasukan gabungan yang akan melakukan patroli secara mobile (keliling) dan berkala selama 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Menurut Bupati Jember, H. Hendy Siswanto, apel pasukan ini digelar di seluruh Jawa Timur atas instruksi dari Gubernur, di mana tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah penyebaran Covid varian Omicron ditengah masyarakat Jawa timur, mengingat saat ini di Jawa Timur terdeteksi ada 8 pasien susoeck Covid Omicron. "Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan covid-19 varian Omicron, terutama pada bulan Februari dan Maret, dimana ahli Epidemiologi kesehatan menyebutkan puncak pada penyebaran Omicron diprediksi terjadi pada bulan tersebut," ujar Bupati. Bupati juga menyatakan, patroli ini lebih ditekankan melakukan tindakan secara persuasif terhadap warga yang mulai abai menggunakan masker dan rendahnya cakupan vaksinasi. "Kita bisa lihat bersama saat ini, bahwa banyak masyarakat yang mulai abai dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, oleh karenanya, dengan adanya Pamor akeris ini, bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat, bahwa Covid di Indonesia masih belum berakhir," beber Bupati. Sementara Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo dalam kesempatan tersebut menyatakan, tugas dari pasukan gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Satgas Covid dalam Pamor Keris, adalah untuk menyasar warga yang abai terhadap prokes dan belum vaksin. Dimana kegiatan ini akan menyasar pusat pusat keramaian dan door to door ke rumah rumah warga, untuk melakukan vaksinasi. "Yang jelas beberapa pusat keramaian akan menjadi sasaran perioritas dalam Pamor Keris ini, tidak tindakan hukum dalam kegiatan ini, namun kami akan melakukan tindakan dengan memberikan vaksin di tempat jika menemukan ada warga yang belum vaksin, begitu juga dengan warga yang tidak memakai masker," jelas Kapolres. Selain itu, pembatasan kegiatan masyarakat juga akan di aktifkan lagi, terutama kegiatan hajatan seperti pernikahan, dan kegiatan lainnya. "Akan ada pembatasan untuk kegiatan masyarakat, kegiatan ini sifatnya tidak melarang, tapi membatasi jumlah undangan, serta pada kondisi tertentu, jalan menuju alun alun Jember juga akan dilakukan penutupan, sifatnya kondisional," pungkas Kapolres. (edy)
Antisipasi Omicron, Forkompinda Jember Gelar Kesiapan Operasi Pamor Keris
Senin 24-01-2022,09:55 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,10:17 WIB
Progres Pelebaran Jalan Wiyung–Menganti Capai 21 Persen, Target Rampung Mei 2027
Kamis 05-11-2026,11:32 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim dan Polres Blitar Inspeksi Angkutan Umum
Kamis 05-11-2026,10:43 WIB
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba Selama Agustus-Oktober 2026, 180 Tersangka Berhasil Diamankan
Kamis 05-11-2026,16:52 WIB
Polemik TK Nurul Jannah Surabaya, Yayasan Pastikan PBG Terbit dan Parkir Disiapkan
Kamis 05-11-2026,20:46 WIB
Fraksi PDI Perjuangan Kritik Transformasi Digital Pemprov Jatim, Majadigi Diminta Lebih Responsif
Terkini
Jumat 06-11-2026,09:41 WIB
Dorong Kreativitas Pemuda, Anggota DPR RI Novita Buka Workshop Film untuk Sineas Muda Trenggalek
Jumat 06-11-2026,09:25 WIB
Kolaborasi dengan Bulog, SKH Memorandum Gelar Pasar Murah dalam Rangka HUT ke-57
Jumat 06-11-2026,09:06 WIB
Polda Jatim Gandeng Muhammadiyah Cegah Narkoba dan Gangguan Kamtibmas
Jumat 06-11-2026,08:52 WIB
Borong Beras hingga Minyak Murah, Warga Berharap Bakti Sosial Memorandum Rutin Digelar
Jumat 06-11-2026,08:43 WIB