Lumajang, memorandum.co.id - Banyaknya warga yang belum memahami aturan terkait penutupan jalan dan hanya berbekal dari surat izin dari RT/RW, kadangkala membuat kemacetan di rute jalan yang biasa dilalui masyarakat. Bahkan ada warga yang seenaknya menutup jalan hingga memangkas setengah tempat yang menyebabkan kemacetan dan membuat pengguna jalan lain yang lewat harus memutar jalur lebih jauh. Penutupan jalan untuk umum yang dipakai aktivitas masyarakat ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam aturan tersebut dicantumkan mengenai segala pengertian lalu lintas jalur dan penggunaannya. Pada pasal 127 ayat (3) dijelaskan, bahwa untuk penggunaan jalan kota atau kabupaten dan jalan desa yang sudah dimaksudkan pada ayat (1) mendapatkan izin untuk kepentingan yang daerah, nasional, dan kepentingan pribadi. Bahkan penutupan jalan untuk kepentingan pribadi antara lain pernikahan, kematian , atau hajatan lainnya bisa dilakukan asal disertai surat izin penutupan jalan yang diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia nomor 10/2012 tentang aturan lalu lintas dalam keadaan lain. “Izin penutupan jalan untuk jalun nasional dan provinsi dikeluarkan oleh kapolda, untuk jalur kabupaten dikeluarkan oleh kapolres sedangkan untuk jalan desa harus disertai surat izin dari kapolsek setempat” jelas Kasatlantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho, Jumat (3/12/2021). Sedangkan sebagai syarat untuk melakukan pentutupan jalan, masyarakat wajib memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 10/2012 antara lain: 1. Surat permohonan yang ditujukan kepada kapolda, kapolres atau kapolsek disesuaikan dengan penggunaan lokasi jalan yang akan digunakan. 2. Fotokopi KTP penyelenggara atau penanggung jawab kegiatan. 3. Jenis kegiatan. 4. Perkiraan jumlah peserta. 5. Peta lokasi kegiatan serta jalan alternatif yang akan digunakan. 6. Surat rekomendasi dari pejabat yang berwenang. “Permohonan tersebut diajukan paling lambat tujuh hari sebelum pelaksanaan kegiatan, sedangkan khusus bagi penggunaan jalan untuk prosesi kematian, permohonan izin dapat diajukan secara tertulis maupun lisan kepada pejabat Polri, tanpa memperhitungkan batas waktu pengajuan,” jelasnya kembali Sementara itu bagi masyarakat yang masih mengabaikan bahkan melanggar peraturan tersebut, pihaknya akan melakukan tindakan penegakan hukum. “Tentunya akan ada teguran tertulis bagi mereka yang mengganggu ketertiban umum, tapi tetap kita upayakan dengan cara yang humanis, karena ada kemungkinan pemahaman warga terkait aturan ini masih minim,” pungkasnya. (ani/fer)
Tutup Jalan Tanpa Izin Bisa Disanksi
Jumat 03-12-2021,21:01 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 02-11-2026,10:47 WIB
Usai Ungkap 3 Legislator Gerindra Pakai Narkoba, 7 Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Dimutasi
Senin 02-11-2026,02:00 WIB
BNPB Ingatkan Papua Selatan Waspada Banjir dan Longsor di Tengah Karhutla
Senin 02-11-2026,09:39 WIB
Ribuan Siswa SD-SMP di Madiun Terima Seragam Gratis, Siswa Negeri Dapat Tambahan Ongkos Jahit Rp 300 Ribu
Senin 02-11-2026,12:22 WIB
Polda Jatim Bongkar Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi di 13 Daerah, Kerugian Negara Rp35,7 Miliar
Senin 02-11-2026,06:41 WIB
Trending di TikTok! Intip Keseruan Koreografi Jingle Shopee 11.11 ala no na yang Mudah Diikuti
Terkini
Selasa 03-11-2026,01:09 WIB
Gerakan Tanam Cabai Surabaya Dikebut, Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun
Selasa 03-11-2026,00:30 WIB
Perbaiki Atap Bocor, Pekerja Bangunan Kritis Usai Tersengat Listrik 20 Ribu Volt
Selasa 03-11-2026,00:06 WIB
Polresta Pasuruan Luncurkan Satgas Polisi Jogo Sekolah, Cegah Kenakalan Remaja
Senin 02-11-2026,23:59 WIB
Hadapi Western Australia, Persebaya Uji Kualitas Pemain Muda
Senin 02-11-2026,23:45 WIB